Terasa hampa tapi berjalan keras
Menuju kertas bertaburan bintang
Penuh dengan harapan riang
Namun semua telah sirna
Diterpa jeratan hayalan jiwa
Yang menganggap dirinya suci
Datang dengan alasan silaturahmi
Seolah pemerhati publik
Paling peduli dengan berarti
Padahal hanya ilusi yang terjadi
Nyata nyatanya membuat duri
Ketahuilah silaturahmi mu itu
Benalu dalam putihnya kertas
Menghambat berjalannya tinta
Menuju kata kata indah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar