Jumat, 12 Januari 2024

Kebodohan jangan sampai tersesat

Dunia yang dipayungi langit tanpa tiang memberikan kebebasan  napas bertebaran tanpa halangan, dengan kesempatan kebebasan yang ada jangan sampai kebablasan. Jika kini kondisi zaman yang sedang berlangsung menemani jalannya kehidupan memberikan kesempatan kepada kita semua untuk memilih mana yang harus dikerjakan dan mana yang harus ditinggalkan. Maka jangan sampai salah dalam menjalankan kehidupan. 

kebodohan yang melekat biasanya memberikan  salah dalam mengambil keputusan, sehingga terjadilah sesuatu yang tidak sesuai harapan. Dari sinilah kita harus berhati - hati dalam menjalankan hidup ini. Hidup ini serangkaian dari masalah, salah jalan maka akan tersesat, begitu pula dengan sebaliknya tidak salah jalan maka akan sampai tujuan dengan tepat dan selamat.

Dari semua rangkaian kehidupan yang ada serumit apapun itu masalahnya jika kita semuanya pasrahkan kepada Sang Maha dari segala Maha yaitu Allah swt yakin akan terasa ringan sama sekali tidak ada beban. 

Kebodohan

Angin berhembus tanpa batas
Mengusap kulit tanpa alas
Dihirup dengan lugas bebas
Dinikmati setiap bernapas

Namun insan tak merasa
yang ada hanya angkara murka
kerumetan tersimpan di dada
diluapkan dengan napsu belaka

Sehingga kerugian dimana-mana
gegara kebodohan dipelihara
 Menjadikan buta hati buta mata
Terperosoklah ke jalan sesat semata

Tapi wahai insan biasa
janganlah merasa terlanjur
ini bukan akhir kehidupan
selama napas berhembus

Angkat dagu dan tanganmu
Jadikan sebagai kegiatan sakralmu
Sebelum bumi  berganti nama
Dialah Maha Pengampunmu


Imas Masruroh 
(15 Februari 2024)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku tidak tahu

Aku tidak tahu Apakah aku anak solehah Aku tidak tahu  Apakah aku murid yang baik Aku tidak tahu Apakah aku saudara yang baik Aku tidak tahu...