Rabu, 17 November 2021

Air Mata Kalbu

Air Mata Kalbu

Oleh : Imas Masruroh

Air mata kalbu yang bercucuran
Tiap waktu semakin tak tertahankan
Tak tahan dengan air mata kalbu
Menyayat asa bagaikan abu

Akibat dari kejamnya kalbu
Kini  tertindas yang memiliki kalbu
Dimanakah kalbu yang kalian miliki
Hanya kepedihan yang dirasa kami

Etalase yang kalian pertontonkan
Tak pantas untuk dipertahankan
Kami  hanya sebagai rakyat jelata
Tak ada ruang untuk menjelma

Padahal kami ingin sejahtera
Hidup di tanah air tercinta
Tak ada tekanan yang menjadi
Hingga kami mampu berdikari


Lebak, 7 September 2021


ketergantungan

Perlahan penuh pasti
Menjalar mengakar merambat
Kebiasaan yang tak biasa
Seni kehidupan yang digandrungi

Mata tertusuk pada satu sinar
Sinar dari satu alat gawai
Terpancar menguras isi kepala
Hingga tingkah pun berubah

Kala berbincang ditemani gawai
Kala tidur ditemani gawai
Kala makan tak lepas dari gawai
Begitu pula kerja pastinya gawai

Gawai...
Gawai...
Gawai...
Tak lepas dari tangan jiwa.

Selasa, 16 November 2021

Terharu

Zaman akhir ini zaman
Oo ternyata... ini
Masih ada sesosok nurani
Bergumpal darah bersih

Mengalir tak ada hambatan
Di seluruh darah daging
Putih bersih seputih kapas
Bening sebening air bening

Betapa mulianya yang dilakukan
Tak banyak orang mengira
Apa yang dikerjakannya tiap saat
Menghormati tamu Allah
 


Tak sebanding dengan kondisinya
Harta melimpah ditiap sudut
Tapi tak merasa memiliki
Hanya keluar satu kata indah

Titipan ...





 

Aku tidak tahu

Aku tidak tahu Apakah aku anak solehah Aku tidak tahu  Apakah aku murid yang baik Aku tidak tahu Apakah aku saudara yang baik Aku tidak tahu...