Bumi kini sedang ricau
Dia tanggung di atas punggung
Walau tidak ingin menampung
Terpaksa ia tampung
Karena matahari masih mendukung
Terlihatlah api dalam sekam
Yang kian lama kian memanas
Bumi berkata
Wahai penghuni bumi
Sekarang kau injak-injak punggungku
Takkan lama kau tinggal di punggungku
Sebentar akan berada di perutku
Cacing-cacing sedang menungu
Daging mu yang dirindu
Bumi berkata
Bercocok tanamlah di punggungku
Dengan pilih bibit unggul
Kau tanam dilahan yang subur
Rawatlah dengan betul-betul
Insyaallah akan makmur
Bumi berkata
Dengan hasil subur makmur
Kala nanti diperutku
Kau tak kan hancur lebur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar