Senin, 21 September 2020

Dasar Menulis Akademik dari Sudut Pandang Imam Fitri Rahmadi

Materi demi materi telah disampaikan oleh setiap narasumber yang disediakan oleh tim belar menulis gelombang 15 yang dipelopori oleh Om Jay dan kawan kawan. Alhamdulillah dari semua isi materi yang diberikan membawa manfaat yang luar biasa bagi semua peserta. Sehingga sampai bisa menerbitkan buku.

Pada pertemuan kuliah online dihari senin malam selasa tanggal 21 September 2020 berbeda dengan materi sebelumnya. Jika sebelumnya bagaimana cara menulis dan menerbitkan buku sedangkan materi pada saat ini tentang bagaimana dasar menulis akademik.

Adapun narasumber yang dihadirkan olem team Om Jay dkk  yaitu  dari luar negeri tepatnya dari negara Austria  Bapak Imam Fitri Rahmadi yang sedang kuliah S3 di luar negeri di Johannes Kepler Universität Linz Austria dan beliau juga sebagai dosen di Universitas Pamulang. Untuk lebih jelasnya lagi mengenai beliau bisa dilihat dilink ini https://tigabelase.wordpress.com/about.

Pada saat perkuliahan online berlangsung pemateri menyampaikan " Selamat siang waktu Austria dan selamat malam waktu Indonesia Bapak dan Ibu guru sekalian".  Nah berarti waktu di Indonesia dan Austria berbeda. Untuk selanjutnya beliau menyampaikan materi yang akan diberikannya yaitu tentang Dasar Menulis Akademik.

Beliau langsung menyampaikan materi yang terdiri dari 15 slide atau gambar dilengkapi dengan video. Ke-15nya langsung beliau posting secara pelan-pelan, kami sebagai para peserta bisa langsung membacanya. Jika semua postingan materi sudah selesai, beliau informasikan ke Moderator.

Materi yang diposting oleh Imam Fitri Rahmadi



Dasar Menulis Akademik #1: Perkenalan, Pengantar, dan Ruang Lingkup Pembahasan

Imam Fitri Rahmadi. Dosen Universitas Pamulang. Mahasiswa PhD Johannes Kepler Universität Linz Austria. Penerima beasiswa Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP) 

Keterampilan menulis secara akademik sangat dibutuhkan oleh masyarakat akademik termasuk guru. Guru perlu memiliki kemampuan menulis akademik yang baik untuk menyusun laporan penelitian tindakan kelas (PTK) dan/atau menulis artikel jurnal.

Materi ini membahas dasar menulis akademik meliputi:

  1.  Pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf
  2. Lebih lanjut membahas penyusunan paragraf: kelogisan dan kepaduan paragraf, kata penghubung, serta bentuk dan jenis paragraf 
  3.  Penyusunan paragraf persuasif yang sangat dibutuhkan dalam menulis akademik
  4. Persamaan antara paragraf, esai, dan artikel jurnal
  5. Perbedaan antara makalah dan artikel jurnal

Materi disajikan dalam bentuk gambar dengan penjelasan singkat disertai tautan video untuk dipelajari lebih lanjut. Senang bisa membersamai Bapak dan Ibu guru sekalian dalam belajar menulis secara jarak jauh dari Austria. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=aQGL1zKfTV0/




Dasar Menulis Akademik #2: Apa itu Penulisan Akademik?

Pengertian paling sederhana penulisan akademik atau academic writing adalah penulisan non-fiksi yang ditulis sebagai bagian dari tugas atau pekerjaan akademik seperti menulis makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan artikel jurnal. Penulisan akademik bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan dan pemahaman tentang suatu topik secara persuasif, formal, dan objektif. Gaya penulisan yang persuasif, formal, dan objektif sekaligus merupakan karakter dari penulisan akademik. Menulis akademik bermaksud untuk membangun dan menyampaikan argumen dengan gaya formal mengikuti kaidah-kaidah baku yang berlaku secara objektif sesuai dengan data dan fakta yang ada.

Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=DiLIKbsB7so

Dasar Menulis Akademik #3: Pemilihan Kata




Dasar menulis akademik yang paling mendasar adalah terkait dengan pemilihan kata. Pemilihan kata sangat menentukan rasa tulisan. Antara penulisan personal, formal, dan akademik, kata yang digunakan bisa sangat berbeda meskipun dimaksudkan untuk mengungkapkan hal yang sama. Sebagai contoh, coba cermati tiga kalimat dalam gambar.

Berbeda satu kata saja dapat merubah rasa kalimat. Antara ngobrol-ngobrol, berbincang-bincang, dan berdiskusi, ketiganya sama-sama menggambarkan proses bertukar informasi antara para guru dengan kepala sekolah. Namun, kata ngobrol-ngobrol terasa lebih personal, kata berbincang-bincang terasa lebih formal, sedangkan kata berdiskusi terasa lebih akademik.

Tautan video:https://www.youtube.com/watch?v=qO3JcM_5sCg/

Dasar Menulis Akademik #4: Penulisan Kalimat




Kalimat dapat berbentuk sederhana (simple sentence), gabungan (compound sentence), dan kompleks (complex sentence) yang apabila ketiganya digabung menjadi kalimat campuran. Kalimat gabungan dibuat dengan menambahkan salah satu kata dari singkatan FANBOYS: for (untuk), and (dan), nor (maupun), but (tetapi), or (atau), yet (namun), so (sehingga). Sedangkan kalimat kompleks dirangkai dengan menambahkan kata seperti when (ketika), after (setelah), because (karena), since (sejak), although (meskipun), while (sementara), dan lainnya. Cermati contoh pada gambar di atas. 

Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=eS8GM77jBmo

Dasar Menulis Akademik #5: Penyusunan Paragraf




Paragraf adalah kumpulan kalimat yang mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) + ide pengontrol (controlling idea) sebagai ide pokok atau gagasan utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentences) sebagai detail yang menjelaskan ide pokok. Namun, dalam penulisan akademik, paragraf lebih dilihat sebagai sebuat esai mini yang bermula dan berakhir pada satu topik tertentu. Paragraf memiliki format serupa layaknya sebuah esai meliputi pembuka, inti, dan penutup. Contoh paragraf yang baik dapat dilihat pada gambar di atas.

Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=rSYRYLd-vRw

Dasar Menulis Akademik #6: Kelogisan dan Kepaduan Paragraf




Membahas penyusunan paragraf yang baik bersinggungan dengan konsep coherence and cohesion atau kelogisan dan kepaduan sebuah paragraf. Kelogisan dalam paragraf yang dimaksud adalah logis idenya. Konsep ini berurusan dengan koneksi ide pada level ide suatu paragraf dengan banyak memainkan aspek retoris: organisasi dan kejelasan ide, pengembangan dan dukungan argumen, serta sintesa dan integrasi rujukan. Kepaduan dalam paragraf mengarah pada bentuk kalimat dan paragraf yang padu. Konsep ini berkaitan dengan koneksi ide pada level kalimat dan paragraf dengan berfokus terhadap aspek penggunaan tata bahasa: gramatika, pengulangan kata atau ide dengan sinonim, dan penggunaan kata penghubung. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=_ZdgqL9cThI

Dasar Menulis Akademik #7: Kata Penghubung




Kata penghubung atau dalam bahasa Inggris disebut linking words adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat. Kata penghubung dikategorikan berdasarkan fungsi spesifik dalam mengubungkan kalimat dan/atau paragraf. Fungsi spesifik yang dimaksud meliputi penambahan, kontras, urutan, hasil, penekanan, perbandingan, ilustrasi, kesimpulan, dan lainnya. Beberapa contoh kata penghubung dapat dilihat pada gambar. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=f4hUHWBd5NI.

Dasar Menulis Akademik #8: 3 Bentuk Paragraf



Bentuk paragraf dibagi menjadi tiga, yaitu paragraf deduktif, induktif, dan campuran. Paragraf deduktif meletakkan gagasan utama pada kalimat pertama dengan penjelasan dari umum ke khusus. Paragraf induktif meletakkan gagasan utama pada kalimat terakhir degan penjelasan dari khusus ke umum. Paragraf campuran merupakan gabungan antara paragraf deduktif dan induktif yang lebih sering berpola deduktif terlebih dulu disambung dengan pola induktif. Menulis akademik sebaiknya menggunakan paragraf deduktif supaya tulisan mudah dipahami. Gagasan utama yang terletak pada kalimat pertama memudahkan pembaca untuk langsung mendapatkan ide pokok paragraf di awal. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=4vLM4WdYQWw/

Dasar Menulis Akademik #9: 4 Jenis Paragraf



Terdapat 4 jenis paragraf meliputi paragraf deskriptif, naratif, ekspositori, dan persuasif dengan fungsi masing-masing. Paragraf deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan sesuatu atau seseorang. Paragraf naratif digunakan untuk menarasikan cerita atau runtutan peristiwa. Paragraf ekspositori berguna untuk menunjukkan proses atau prosedur melakukan sesuatu. Paragraf persuasif berperan meyakinkan pembaca untuk menerima atau memahami argumen berdasarkan fakta dan data. Semua jenis paragraf diperlukan untuk menulis akademik sesuai dengan fungsinya. Namun menulis akademik, terutama untuk penulisan artikel jurnal, harus banyak menggunakan paragraf persuasif. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=1Mpczv0pAoo

Dasar Menulis Akademik #10: Paragraf Persuasif



Mengigat peran penting dalam menulis akademik, perlu dibahas lebih mendetail cara menyusun paragraf persuasif yang penyusunannya sedikit berbeda karena memiliki komponen khusus. Kalimat topik dalam paragraf persuasif berisi klaim dan alasan rasional untuk menunjukkan posisi. Kalimat penjelas berupa data sebagai bukti terdiri dari informasi detail, contoh, fakta, atau statistik yang dipilih dengan selektif dan spesifik. Sesekali harus menyuguhkan argumen berlawanan atau counterclaim untuk menunjukkan bahwa penulis sadar adanya posisi alternatif. Terakhir, terdapat warrant sebagai penjelasan dan analisis untuk menarik kesimpulan spesifik dari klaim. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=gsydh8tgDng?

Dasar Menulis Akademik #11: Persamaan antara Paragraf dengan Esai



Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, paragraf dalam sudut pandang penulisan akademik lebih didefinisikan sebagai sebuah esai mini yang bermula dan berakhir pada satu topik tertentu.  Melihat dari segi format paragraf dan esai memang serupa terdiri dari pembuka, inti, dan penutup. Pola yang diawali dengan pembukaan, diisi dengan inti, dan diakhiri dengan penutup berlaku baik pada paragraf maupun esai. Paragraf dibuka dengan kalimat topik, diisi dengan kalimat penjelas, kemudian diakhiri dengan kalimat penutup. Esai dibuka dengan paragraf topik, diisi dengan paragraf penjelas, terus diakhiri dengan paragraf penutup. Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=rqUlfQsQmIg

Dasar Menulis Akademik #12: Persamaan antara Paragraf, Esai, dan Artikel Jurnal



Lebih lanjut ternyata pola pembuka, inti, dan penutup berlaku juga pada artikel jurnal. Sistematika pada makalah, skripsi, tesis, disertasi sepertinya juga menggunakan pola tersebut. Nah, berarti sebetulnya, pola menulis akademik itu serupa mulai dari yang paling sederhana dalam menulis paragraf hingga yang lebih kompleks seperti menulis skripsi dan artikel jurnal. Apakah kesamaan pola tersebut sudah anda sadari sebelumnya? Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=wbipt_QApGg

Dasar Menulis Akademik #13: Perbedaan antara Makalah dengan Artikel Jurnal



Makalah dengan artikel jurnal sangat berbeda. Berdasarkan tujuan, makalah ditulis sebatas sebagai upaya menginformasikan sesuatu, artikel jurnal bertujuan untuk meyakinkan pembaca. Penulisan makalah berbasis topik, artikel jurnal ditulis berbasis pertanyaan yang biasanya diambil dari pertanyaan penelitian. Makalah hanya menyajikan diskusi umum terkait suatu topik tertentu, artikel jurnal memiliki argumen spesifik yang diangkat ke permukaan. Makalah tidak menghasilkan pengetahuan baru, artikel jurnal menyuguhkan perspektif dan kesimpulan unik yang dimungkinkan dapat menjadi suatu pengetahuan baru.Tautan video:https://www.youtube.com/watch?v=FP19bofu4NM

Dasar Menulis Akademik #14: Kesimpulan



Memang betul menulis akademik harus persuasif, formal, dan objektif, namun bukan berarti penulisannya harus selalu menggunakan kalimat dan paragraf yang kompleks. Supaya tulisan terasa lebik akademik, pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf harus diperhatikan dengan baik. Sangat disarankan paragraf berbentuk deduktif dan banyak menggunakan paragraf persuasif. Terdapat pola yang serupa dalam struktur paragraf, esai, dan artikel jurnal terdiri dari pembuka, inti, dan penutup. Salah satu pembeda antara makalah dengan artikel jurnal adalah makalah ditulis berbasis topik sedangkan artikel jurnal berbasis pertanyaan.Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=YGgRjFndaNE

Dasar Menulis Akademik #15: Terima kasih



Sangat menarik membahas dasar menulis akademik. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ilse Born-Lechleitner, dosen mata kuliah Academic Writing English di JKU Linz Austria, atas ilmu penulisan akademik yang amat padat selama satu semester. Terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu yang telah menyimak materi dan menyaksikan video dengan seksama. Semoga bermanfaat dan silakan materi ini dapat disebarluaskan untuk menebar manfaat lebih luas. Senang untuk berbagi! Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=mD3NzOrTxEs/

Demikianlah materi yang sangat detail dari Bapak Imam Fitri Rahmadi, semoga bermanfaat. Untuk itu terkait dengan materi  yang lebih lengkap lagi  beliau memberikan tautannya yang bisa dilihat  dilink ini /https://tigabelase.wordpress.com/2020/07/05/dasar-menulis-akademik


Sabtu, 19 September 2020

Pengalaman Bukti Wujud Nyata

Tidak terasa waktu sudah sampai pada resume ke 19, Alhamdulillah Allah telah memberikan nikmat sehat kepada semuanya dan khususnya saya sebagai peserta menulis gelombang 15, sehingga bisa mengikuti kegiatan ini perlahan-lahan sampai satu langkah lagi ke resume 20.

Pada pertemuan kuliah online yang ke 19 ini akan disampaikan oleh Eva Hariyati Israel,S.Kom dengan moderator Mr.Bams. Beliau seorang guru TIK di SMAN 1 Kota Kupang NTT. Instruktur kurikulum 2013 Provinsi NTT tingkat SMA tahun 2016-2018. Sahabat Rumah Belajar Povinsi NTT 2019. Terbaik ke 2 Pembatik level 4 tahun 2019 dan pada saat ini tahun 2020 beliau sebagai calon pendamping guru penggerak angkatan 1 tahun 2020. Tidak hanya itu Beliau juga penulis buku Kelas Maya -Membangun Ekosistem E- Learning di Rumah Belajar kolaborasi dengan Prof.Richardus Eko Indrajit Penerbit Andi Yogyakarta.

Dengan diawali salam oleh narasumber untuk memulai kuliah online belajar menulis gelombang 15 ini, maka perkulliahan online ini berjalan seperti air yang mengalir. Dan di dalamnya dipandu oleh Mr Bams yang kata narasumber Mr Bams pada saat  Ibu Eva Hariyati Israel,S.Kom sebagai peserta di grup menulis gelombang 7 Mr Bams merupakan moderator terbaik.

Oleh karenanya saya sebagai peserta belajar menulis gelombang 15, maka saya menyimak materi yang disampaikan beliau. Seperti apa materinya? materi yang beliau sampaikan mengenai Pengalaman Menulis dan Menerbitkan Buku dengan Tema "Pengalaman adalah Inspirasiku". 

Adapun yang lebih jelasnya lagi saya posting pemaparan beliau secara langsung.

Bpk/Ibu Sahabat yang saya banggakan, patut kita bersyukur bisa berada dalam grup WA belajar menulis bersama Om Jay dan kawan kawan, yang sangat memeberikan ruang dan menjadi wadah bagi kita menggali potensi dan mengembangkan minat dan belajar dari banyak pakar ahli yang ada dalam Grup ini. Saya pun merasakan itu ketika awalnya saya bergabung sebagai peserta belajar menulis di grup WA gelombang 7.

Seperti yang bapak ibu ikuti alurnya saat ini saya dan teman teman di gel.7 juga melakukan hal yang sama. Belajar tahap demi tahap, mengeksploasi dan elaborasi konsep dari setiap Narasumber yang dihadirkan hingga akhirnya saya dapat mewujudkannya menjadi sebuah Aksi Nyata menulis dan melahirkan buku yang berjudul Kelas maya –Membangun Ekosistem E-Learning di Rumah belajar, yang dengan izin Alllah berhasil lolos evaluasi dan diterbitkan oleh penerbit Andi. Dan saat ini baru berselang 7 bulan sejak saya bergabung saya sudah merampungkan menulis 2 buku , 1 sudah diterbitkan penerbit Mayor(penerbit Andi), 1 dalam tahap editing berjudul Optimalisasi Model-Model Pembelajaran Inovatif, dan 1 buku saat ini saya tulis dengan Judul Belajar Merdeka,Merdeka Belajar.

Baik bpk/ibu sahabat semuanya saya akan  mulai menceritakan pengalaman belajar saya hingga saya berhasil merampungkan buku.selamat menyimak dan semoga bermanfaat

 Awalnya saya ikut bergabung dan menimba ilmu mengikuti setiap rangkaian materi yang disajikan dalam forum belajar menulis gel 7 di bulan Maret bertepatan dengan pandemik Civid 19, dimana rasanya membuat kita membuang waktu dan bingung harus berbuat apa karena mendadak PJJ.Akhirnya Pandemik ini membawa berkah peningkatan kompetensi menulis bagi saya dengan bergabung digrup menulis Om jay. Setiap hari kami berlatih menulis 3 paragraf pertama dari ide ide yang di lemparkan om jay ke grup gel.7. Awalnya saya berpikir om jay kok ngajak kita menulis dengan tema tema seperti kucing, siomay, anak bayi, pokoknya apa saja yang dilemparkan omjay ke grup kita diharapkan bisa merangkai kata hingga minimal 3 paragraf. Dari hari demi hari makin bertambah pengalaman, hadirn…

Hingga malam itu kami menerima materi tips menulis   dari Prof Eko.saya dan teman teman digrup 7 mengikuti materi dengan dengan seksama demi sebuah resume😁😄 tuntutannya seperti itu 😁😁

Setelah kami menerima materi dari Prof.Richardus Eko Indrajit, saat materi berakhir Prof Eko mengajak sekaligus nantangin kami kami untuk siapa yang mau berkolaborasi menulis bersama Beliau tapi menulisnya 1 minggu .Malam itu kami belum ada yang mengiyakan dalam hati GILAAA menulis seminggu bisakah? Mana saya pemula...mana bisa...saya masih belum percaya dan sama sekali tidak yakin bisa,

hingga siang hari, dihari berikutnya Om jay melemparkan sederet tema yang ditawarkan oleh Prof.Eko dan kita diminta menjawab siapa yang bersedia silahkan copi paste dan tuliskan nama serta nomer hp. Saya membaca setiap tema wow keren-keren semua, IT semua lagi..., meski saya Guru TIK rasanya saya belum memiliki potensi untuk menuliskan konsep konsep tema yang ditawarkan Prof.Eko waktu itu. Dan untuk menjawab tantangan itu dan untuk membuktikan kemampuan bahwa saya bisa menulis buku saya pun memberanikan diri menuliskan nama dan nomer Hp saya hingga kami digabungkan dalam grup menulis bersama Prof.Eko.Dan tergabunglah 21 orang yang waktu itu bersedia.

Hari pertama saya menyodorkan main map tentang buku yang saya akan tulis. mainmap ini saya dapatkan dari belajar menulis bersama bapak narasumber Akbar Zainudin Penulis buku Man Jadda Wa Jadda, dari mainmap ini saya tuangkan ke dalam outline yang hari itu juga disetujui oleh Prof Eko.

Jawaban Prof Eko waktu itu VERY GOOD.Bisa buat daftar isinya dan kirim ke saya?

Mulai bersemangat...tapiiii...🙄 auto bingung sendiri😅

Petualanganpun dimulai...😁😁

mulai membuka sejumlah referensi salah satunya saya membeli buku dari bapak Akbar tentang UKTUB panduan lengkap menulis buku dalam 180 hari dan referensi buku yang ditulis Om jay. Saya belajar tahap membuat daftar isi yang saya kembangkan dari main map.Panduannya 180 hari tp dituntut kelas 1 minggu...kebayangkan bapak / ibu😁😁 shok terapi

Dan hari ke 2 berhasil menyerahkan outline (daftar isi) buku yang akan saya tulis.dan cover buku pun dibuat Prof Eko dan ini menjadi penyemangat bagi saya rasa rasanya buku iru sudah selesai padahal baru covernya doang wkwkwkw. Tapi senangnya sudah luar biasa.

Hari ketiga , ke empat dan ke lima, kami lewati dengan penuh Khusyu...FOKUS, dan tanpa buang buang waktu benar benar berada dalam kegilaan menulis hingga sudah mau tidurpun rasanya otak ini masih berfokus dan berpikir tulisan apa lagi ide apalagi yang harus ditambahkan. Seminggu benar –benar pikiran , hati dan raga ini menjadi satu seiring sejalan, tak ingat lagi yang lain, yang diingatan hanya deadline yang hampir habis dan harus kelar. Ngeri ngeri sedap kalo saya bilang terkadang rasa kantukpun hilang ketika tangan sudah asyik menari nari di atas keyboard, membawa perasaan ini seperti sudah ahli sekali merangkai kata padalah... baru kemarin saya belajar.Dalam hati selalu berdoa dan meminta kemudahan dan kesehatan dariNya

 AWESOME... pengalamn yang tak akan terlupakan. Ternyata saya bisa membuktikan bahwa saya bisa menulis Buku 1 minggu, dengan editingnya 2 minggu sudah siap disetorkan ke Prof Eko untuk disempurnakan dan dikirim ke penerbit.dan dari 21 peserta yang tergabung hanya 11 orang yang berhasil menjawab tantangan dan berselang 2 minggu kemudian 23 Mei 2020 tibalah waktunya kami mendengarkan hasil  Evaluasi dan pengumuman tulisan yang Lolos untuk diterbitkan di penerbit Andi, dan Alhamdulillah 9 orang penulis yang berkolaborasi dengan Prof.Eko. berhasil diterima tanpa revisi.Termasuk Saya salah satunya.Luar Biasa. Kepuasan bathin yang tak ternilai harganya...

Sesuai tema saya malam Ini Pengalaman adalah Inspirasi menulisku. Itulah yang menjadi ide saya dalam menulis buku. Pengalaman yang saya lalui, sebagai sahabat Rumah belajar memberi saya inspirasi untuk menulis tentang Kelas Maya rumah belajar, Pengalaman sebagai Instruktur kurikulum 2013 menginspirasi saya menulis Optimalisasi Model-Model Pembelajaran Inovatif, saat ini saya sebagai calon pendamping Guru penggerak angkatan pertama setelah mengikuti bimtek pendamping selama  9 hari , saya terinspirasi lagi menulis bulu dengan judul Belajar Merdeka,Merdeka Belajar sudah setengah jalan bab 1.doakan lancar ya sahabat🤗😁

Dan satu hal semoga bisa menjadi motifasi bagi bapak/ibu sahabat semua, ketika kita menulis dengan niat berbagi akan ada jalan Allah membukakan jalan dan mempertemukan kita dengan orang orang hebat yang luar bisa menginspirasi dan selalu berbagi. Hingga satu prinsip yang saya pegang saat ini, Semakin dibagi semakin tak terbatas. Dan benar semakin kita niat berbagi ada saja ide ide yang muncul dalam pikiran dan hati kita apalagi ya...apalagi yaa...tadinya apa saja yang kita lihat dan kita alami tidak terpikir untuk kita bagikan apalagi untuk ditulis dalam bentuk karya tapi setelah pecah telur Buku pertama terbit semakin memotifasi saya untuk menghasilkan karya karya yang lainnya. Hadza min fadli rabbi...berkah rasanya selalu datang

Setelah buku rampung ditulis kamipun diminta Prof.Eko jika bisa ada 2 atau 3 pengantar atau testimoni dari orang orang yang dianggap penting. Maka orang pertama yang saya minta dan hampir semua buku yang terbit di akademi EKOJI ada pengantar dari Om Jay.Ini benar benar motifasi yang luar biasa, hingga beberapa teman yang saya minta testimoni dan sekapur sirih untuk buku saya dengan senang hati menuliskannya.Semangat berbagi ini juga yang mengantarkan saya mendapatkan kata pengantar dalam buku pertama saya dari bapak Gogot Suharwoto, kepala Pustekkom 2017-2020. Judul Buku kelas Maya ini saya posting di FB saya dan tidak disangka berbagai apresiasi dan doa tulus dari teman teman dan sahabat menjadi semangat yang semakin menggerakkan saya. Hingga Bapak Gogot ju…

Hingga kinipun rasanya seperti mimpi...

Demikian bapak/Ibu Sahabatku semua semoga sharing pengalaman saya malam ini bisa memotifasi bahwa kita bisa , hilangkan keraguan yang ada, hargai potensi kita sebagai mahluk ciptaan Allah yang sempurna dan memiliki bakatnya masing masing. Yakinkan dalam diri batu hambatan yang ada dalam diri harus bisa kita pecahkan.

Pesan dari Prof.Eko Untuk saya” Bu.Eva...Cita cita itu harus dikejar seperti laskar pelangi”. Saat kalimat ini diucapkan beliau saya langsung terharu dan benar benar menggerakkan saya untuk lagi dan lagi mencoba membuktikannya.hingga akhirnya saya pun suka dengan lagu laskar pelangi hehehe...dan kalimat ini juga semoga bisa memotifasi bapak/Ibu sahabat semuanya.

Yakinkan diri dan buktikan saya BISAAAA

Terima kasih bapak/Ibu sahabat semuanya semoga cerita saya malam ini bermanfaat dan barokah buat kita.

Buku pertama saya Kelas Maya membangun Ekosistem e Learning di Rumah Belajar yang saya terima pesanannya melalui saya kurang lebih 100 exp.dan ini sudah saya kirim POnya ke penerbit andi.Dan waktu itu dari Om Jay dapat info juga bahwa Prof.Unifa Ketua Umum PGRI juga mengapresiasi dan memberikan dukungan pesan 100 eks.dan yang dipesan langsung ke penerbit belum terdata...sebagai seorang pemula bagii saya ini sudah pencapaian dan dulungan yang luar biasa😍😍

Alhamdulillah terima kasih bapak/ibu semuanya...Keren dan sudah menginspirasi saya dengan berbagai pertanyaan yang luar biasa😍😍. Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa jaga SEMANGAT.kekuatan semangat inilah yang akan menggerakkan kita , membuat kita bisa mengolah pikir, rasa ,karsa dan raga menjadi tenaga yang akan menggerakan dari dalam untuj bapak Ibu bisa berada dalam kegilaan menulis dan saya sudah buktikan itu.ketiga semangat itu menyala dengan baik...semua halangan rintangan terlewati dengan baik.dan selalu yakin Allah melihat kesungguhan kita dan dengan ihtiar kita memulai menulis Allah akan buka simpul simpul ide dalam diri kita dan ikuti alurnya biarkan dia larut dalam kegilaan menulis jangan dibendung bapak /ibu bapak ibu akan merasakan saya ide itu mengalir dengan lancarnya tanpa hambatan yang berarti....niatkan semuanya untuk berbagii...saya Jamin...dan saya sudah membuktikan...kita akan kaya dengan ide ide🤲

Terima kasih bapak/ibu sahabat semuanya semoga apa yang kita sharingkan malam ini bermanfaat...berkah untuk kita semua...Mulailah sekarang pecahkan batu penghalang.Jadikan Allah penolong kita semangat itu pasti akan terjaga hingga 1 buku Rampung😁🙏

Demikianlah materi yang disampaikan oleh Ibu Eva Hariyati Israel,S.Kom. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 12 September 2020

Bapak Penyemangat Branding Blog dan Medsos

Bersama dengan situasi dunia yang semakin mendigital dan tidak ada batas ruang untuk menjadi sekat maka berpandai-pandailah dalam mengaplikasikannya dikehidupan kita masing-masing. Banyak sekali sisi negatifnya jika kita tidak kuat akan iman kita. Nah Bapak  Namin AB Ibnu Solihin mengajak kepada semua lapisan untuk tidak kalah saing dengan konten-konten yang merugikan. Dan khususnya mengajak kepada semua yang berprofesi sebagai guru. 

Profil yang disampaikan Bapak Namin AB Ibnu Solihin 

Nama Namin AB Ibnu Solihin founder motivatorpendidikan.com, Ayah empat @anaktanpagadget, Pembicara Seminar Parenting, Konsultan Branding Sekolah dan Blogger Pendidikan. Untuk mengenal lebih dekat dengan saya Bapak dan Ibu guru bisa searching nama saya di Google. Atau bisa buka link berikut ini https://motivatorpendidikan.com/index.php/2015/08/29/profil-namin-ab-ibnu-solihin

Materi yang dipaparkan oleh  Bapak Namin AB Ibnu Solihin 

Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial Bagian 1

Apa kabar Bapak dan Ibu Guru Blogger yang hebat dan luarbiasa ?

Semoga dalam keadaan sehat dan senantiasa diberikan keberkahan. Senang sekali malam ini saya bisa bertemu dengan Bapak dan Ibu Guru dalam kegiatan yang keren ini. Saya juga mengapresiasi Bapak dan Ibu guru, ditengah –tengah kesibukan yang dilakukan Bapak dan Ibu masih bisa menyempatkan untuk belajar bersama dalam forum ini.

Saya juga telah membagikan secara Gratis lebih dari 250 materi training  di slideshare.net,  setiap tahunnya bisa dilihat oleh lebih dari setengah juta kali dan di download sekitar 7 Ribu kali. Linknya sebagai berikut https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak

Kita bisa berteman melalui media sosial yang saya miliki Instagram @motivatorpendidikancom, @anaktanpagadget saya juga membagikan kegiatan saya di Channel YouTube Motivator Pendidikan Com.

Baiklah Bapak dan Ibu Guru saya akan berbagi bagaimana saya membangun Branding melalui Blog dan Media Sosial.

Saya mulai Ngeblog tahun 2007, melalui blogspot.com, saat itu saya ngeblog untuk mengisi waktu luang saat istirahat mengajar. Tulisan di Blog juga masih sangat beragam, bahkan lebih banyak curahatan hati. Jadi saat awal-awal ngeblog saya tidak punya impian apa-apa dan tidak memiliki tujuan apa-apa, yah, pokoknya buat asyik-asyik saja dan agar waktu istirahat lebih bermanfaat.

Bapak dan Ibu guru saya pernah membuat lebih dari 10 blog melalui blogspot.com, sebagian besar blog tersebut sudah saya hapus dan sebagian lagi belum sempat dihapus karena saya lupa username dan paswordnya, saking banyaknya blog yang saya buat.Hingga akhirnya disekitar tahun 2013  saya mengenal guraru.org, sebuah blog yang diisi oleh guru-guru kreatif dengan konten edukasi yang sangat menarik.Guraru.org setiap tahunnya juga memberikan penghargaan bagi para guru bloger yang berprestasi diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi sebelumnya yaitu Pak.Agus Sampurno dengan Brandnya Guru Kreatif, Om Jay Wijaya Kusuma dengan Brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama. Blog guraru.org. kini masih ada tapi kegiatan forum menulisnya tidak ramai lagi.

Dari ngeblog asal-asalan kemudian saya mulai memiliki semangat untuk berbagai melalui tulisan diblog keroyokan dan blog pribadi. Keinginan untuk menulis lebih baik lagi, akhirnya ditahun 2013 saya memaksankan diri untuk mengikuti program Teacher Writing Camp angkatan ke-3, yang digagas oleh Om Jay dan teman-teman.

Pada tahun 2014 saya dan Om Jay bersama teman-teman menggagas berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog, pada tahun 2014-2015 kami Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek. Program ini kami gagas dalam menggerakan agar guru-guru mau menulis dan menggunakan internet dan teknologi sebagai pembelajaran. Selain itu kami juga memiliki impian agar para guru bisa aktif berkontribusi menjadi produsen digital dengan cara menulis konten edukasi setiap harinya.

Ya, sudah saatnya guru menjadi produsen digital bukanlah lagi konsumen digital. Karena seperti yang kita pahami saat ini banyak sekali konten pornografi yang setiap harinya bisa menjadi monster dan predator yang sangat menyeramkan, yang bisa menyerang orang dewasa dan juga anak-anak. Indonesia termasuk Negara yang mengakses pornografi paling besar di dunia, kondisi seperti ini bisa menghancurkan masa depan generasi bangsa. Disinilah peran kita sebagi guru, berkontribusi menyelematkan generasi bangsa dengan membuat konten edukasi yang kreatif.

Tahun 2014 juga awal saya mulai membangun Branding lewat blog. Perjalanan saya membangun Branding bisa dibaca di profil saya pada link di atas. Singkatnya akhirnya pada tahun 2015 saya melaunching www.motivatorpendidikan.com, seluruh konten tulisannya berisikan berbagai jenis program training yang saya isi.

Sebelum website tersebut di launching, saya banyak mencurahkan gagasan saya tentang pendidikan di Blog https://motivatorkreatif.wordpress.com membangun Branding memang tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan.

Membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya. Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.

Menulis konten kreatif di Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Hingga akhirnya ketika orang berbicara "Motivator Pendidikan" mereka, Akhirnya akan mengingat "Namin AB Ibnu Solihin". Ini contoh saja 

Tapi jika ada penasaran coba anda searching di Google beberapa kata berikut ini "Motivator Pendidikan" "Pembicara Seminar Parenting" "Motivator Pelajar". Anda akan bertemu dengan siapa kira-kira?

Menulis dan membangun Branding telah mengantarkan saya keliling Indonesia, saya telah mengisi training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang. Lengkapnya materi membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial saya bagikan lewat link di bawah ini, baik dalam bentuk slide maupun video workshop. Demikian pengantar diskusi malam ini.Semoga bermanfaat dan tetaplah bersemangat untuk menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani.

Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial Bagian 2

Tentang Ilmu Branding Secara Singkat.

Kita sering mendengar istilah Brand dan Branding, walau sepertinya mirip tapi sebenarnya memiliki perbedaan. Brand adalah merek yang dihasilkan melalui branding, lalu branding itu apa dong? Branding adalah proses atau strategi yang dilakukan untuk membangun hubungan dengan para pembaca blog atau media sosial yang kita miliki.

Contoh membangun Bran dan Branding adalah sebagai berikut :

Contoh : Brand (Merek) Blog dan istagram motivatorpendidikan.com

  1. Nama Blog dan Instagram : motivatorpendidikan.com
  2. Identitas (Logo dan tulisan dominan warna merah, yang mencerminkan nilai semat
  3. Fokus pada dunia pendidikan ( Training, Seminar dan Worksop)
  4. Fokus Materi ( Training Guru Kreatif, Seminar Parenting, Motivasi Pelajar dan Mahasiswa, Branding Sekolah)
  5. Konten tulisan berisi artikel pendidikan dan foto-foto kegiatan training.

Contoh : Strategi yang dilakukan dalam membangun Branding Blog dan istagram motivatorpendidikan.com dengan cara :

  1. Membuat blog dan media sosial yang mudah dibaca dan diingat oleh orang yaitu motivatorpendidikan.com
  2. Mengisi konten Blog dan Media sosial dengan tulisan – tulisan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, sehingga segmentasi jelas, bahwa pembaca yang akan berkunjung adalah mereka yang membutuhkan konten tersebut.
  3. Membuat poster dan video yang berkaitan dengan motivasi pendidikan.
  4. Membuat kaos yang bertuliskan motivatorpendidikan.com
  5. Mengadakan pelatihan Gratis dari motivatorpendidikan.com sebagai sarana memperkenal Brand (merek)
  6. Mengadakan perlombaan menulis buku yang diselenggarakan oleh motivatorpendidikan.com
  7. Membagikan secara gratis ribuan video pendidikan kepada para follower atau peserta kegiatan seminar.

Unsur-unsur dalam branding diantaranya adalah:

  • Nama merek atau brand : Motivatorpendidikan.com
  • Logo (Tulisn dan Logo ).
  • Tampilan visual Blog dan Medsos (lihat website motivatorpendidikan.com, Simple, informati dan SEO Friendly).
  • Juru bicara (Namin AB Ibnu Solihin : Founder motivatorpendidikan.com).
  • Suara (Memiliki ciri khas ketika membuka sebuah training).
  • Slogan/Tagline/Akronim: Tecaher Learning Partners).

Jika kita sudah berhasil membangun Branding, maka kita sebagi founder secara personal juga terbangun brandingnya, maka dikenal dengan istilah personal branding. Public akan mengenal dari merek kita, cara bicara kita, pembawaan kita saat menyampaikan seminar, dan cara berpakaian.

Personal Branding dari merek yang kita miliki, eh kamu tahu tidak website motivatorpendidikan.com, oh aku tahu tuh itu kan yang punya Pak.Namin AB Ibnu Solihin. Oh iya, kalau mau membangun branding sekali lagi harus totalitas dari banyak hal ya, termasuk nama email contoh : infomotivatorpendidikan@gmail.com

Tantangan atau latihan yang diberikan oleh Bapak Namin AB Ibnu Solihin kepada para peserta

Baik teman-teman langkah selajuntnya adalah saya tantang teman-teman untuk bisa membangun branding sendiri melalui blog dan media sosial, silahkan isi bagian di bawah ini :

Nama Blog :

Nama Instagram :

Alamat Email :

Warna Khas :

Slogan/Tagline/Akronim :

Fokus konten :

Target pembaca :

Strategi membangun Branding :

Juru bicara :                              ( Contoh Wijaya Kusumah Founder KSGN)


Berikut ini adalah materi dalam bentuk PPT

https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak/membangun-branding-melalui-blog-dan-medsos

Demikianlah pemaparan yang disampaikan oleh narasumber  sangat luar biasa.  Dana ada kalimat yang disampaikan beliau yang menjadi melekat dihati saya sebagai peresume adalah saatnya guru menjadi produsen digital bukanlah lagi konsumen digital. Kalimat ini sangat menggugah sekali. Semoga resume ini bermanfaat.



Kamis, 10 September 2020

Sang Guru Matematika dengan Segudang Bakat

ISPI | Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia Pusat » Kepsek yang Rajin  Ngeblog Raup Ratusan Juta

Bakat merupakan potensi yang ada pada diri seseorang yang sudah melekat sejak lahir. Oleh karena itu jika seseoarang sudah memiliki bakat sejak lahir apapun yang dilakukan akan mudah dan gampang. Dan pada pertemuan belajar menulis gelombang 17 ini  kami para peserta dihadirkan seorang guru matematika di SMKN 50 Jakarta  yang kegemarannya berjalan-jalan keliling negeri, beliau bernama Dedi Dwitagama dan frofilnya bisa dilihat di link ini http://dedidwitagama.wordpress.com

Yang belum mengetahui wajah Pak Dedi Dwitagma bisa di cek di link ini

https://www.google.com/search?q=dedi+dwitagama&safe=strict&client=safari&rls=en&sxsrf=ALeKk02qBReXViRmWqBUT6QgOI3QCWGjdA:1599653415456&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwjS4t2shdzrAhWTbX0KHcdjB1YQ_AUoAXoECAwQAw&biw=1280&bih=737

Gemar berbagi tentang hal yang bermanfaat bisa dilihat dilink ini http://trainerkita.wordpress.com

Tulisan tentang pendidikan beliau publishkan ada di link ini http://dedidwitagama.wordpress.com

Sang guru matematika ini juga seorang fotografer dan dipublishkan di link ini http://fotodedi.wordpress.com dan tulisan lainnya beliau publishkan di link ini http://kompasiana.com/dwitagama  ini adalah link instagramnya http://instagram.com/dwitagama. Dan ini adalah link podcast beliau https://www.listennotes.com/podcasts/negeri-paman-besut-dedi-dwitagama-JVG4U38avHR/ berikutnya mengenai link youtube yang dipublish ini linknya  http://youtube.com/dwitagama . Pak Dedi Dwitagma  mulai nulis di blog sejak 2005, akibat provokasi adiknya agus sampurno, pemilik blog http://gurukreatif.wordpress.com berikut blog pertamanya http://dwitagama.blogspot.com

Pemaparan Sang guru matematika

Di tahun 2007 ada wordpress, saya membuat beberapa blog sekaligus yg isinya mendokumentasikan kegiatan saya di sekolah, kegiatan jalan-jalan dan hobby fotografi saya, masih ada 10 blog lain yg saya kelola.

apa yg membuat saya bertahan 15 tahun ngeblog?

pertama saya merasa punya majalah sendiri yang isinya bisa saya muat sesuka saya ---

kedua; saya punya alat promosi gratis ttg ide", kegiatan", skill, dan apa aja yg sy upload di blog ... akibatnya saya menerima banyak undangan untuk berbagi ke aceh hingga papua dan beberapa negara di dunia, terakhir 2012 saya ke Seoul Korsel, 2019 ke Sumbawa .... gretoooong kata anak" skarang

ketiga; saat kehabisan ide untuk menulis saya jadi blogwalking, liat" blog teman, membuat saya jadi membaca info" yang memunculkan ide menulis dan menambah asupan gizi literasi

keempat; saya secara sadar menerapkan pribahasa gajah mati mninggalkan gading .... saya ingin pergi meninggalkan tulisan yang bisa dilacak di google

kelima; saya mengabarkan berbagai hal baik yang saya lihat, kebahagiaan saya rasakan agar tersebar ke dunia dan kabaikan & kebahagian makin banyak bertebaran di dunia maya dan dunia nyata

Kapan saya menulis? bisa kapan saja, saat istirahat usai upacara sebelum jam mengajar -- sasat istirahat antar jam mengajar, sebelum pulang sekolah, saat menunggu anak pulang sekolah, menunggu istri belanja, menunggu rapat di mulai, saat pembicara rapat sudah dimengerti intinya, agar tak ngantuk saya menulis ... skarang ada aplikasi android yg makin memudahkan saya menulis

Trik disaat buntu ide ala Pak Dedi Dwitagma sang guru matematika

Tulis aja sebisanya, walau cuma satu alinea dilengkapi foto,bisa lihat  di https://dedidwitagama.wordpress.com, artikel terakhir contoh yang kehabisan atau kering ide. saat banyak ide,  dibuat beberapa tulisan yang penayangannya  dijadwal hingga beberapa bulan ke depan, di saat saya tak menulis ... tulisan terjadwal nya tayang sendiri, heppy deh

Demikianlah resume yang saya tulis , jika ada kesalahan dalam penulisannya mohon maaf karena masih dalam tahap belajar. Semoga bermanfaat

Ide Menulis Ala Blogger Hebat

Resume kali ini disampaikan oleh bloger hebat yaitu Agus Sampurno dan dipandu oleh  Ibu Sri Sugiastuti tentang ide dalam menulis. Pak Agus Sampurno ini pernah menjadi juara pertama guru era baru Acer Award dengan blog http://gurukreatif.wordpress.com

Menurut Agus Sampurno menulis adalah cara anda untuk merencanakan sesuatu. ambil contoh misalnya Sebagai muslim misalnya jika anda berketetapan ingin pergi ke Tanag Suci maka anda bisa memulainya dengan niat tentu saja dan menuliskannya. idenya bisa apa saja. bisa perihal persiapan, ibadah yang menjadi persiapan sampai menuliskan pengalaman orang yang pernah mengalami. Dengan demikian rasa ketertarikan untuk menulis akan ada terus

Tulisan seperti lego

tulisan anda ibarat sebuah lego. tulisan demi tulisan akan tampak baik dan bagus seperti lego yang tersusun dan membentuk sebuah bangunan jika anda terus berusaha menggabungkannya. Menulis bagian dari sebuah rangkaian minat yang besar. Jika anda adalah ....................... maka anda mesti menulis

 1. seseorang yang punya hobby yang unik

Internet menghargai orang-orang dengan minat yang tidak jelas dan unik. Menulis online di blog akan membantu Anda menemukan penghobi yang berpikiran sama yang tidak dapat Anda temukan di kehidupan nyata.

2. Think-for-Yourself Academic (seorang pintar berbakat dan terobsesi dengan pengetahuan tertentu)

Seorang dengan minat jenis ini bisa bisa akan menantang para akademisi tulen di kampus. Mereka adalah orang yang sangat terspesialisasi dan seringkali menentang ide-ide baru.Di Internet, Anda tidak memerlukan izin dari peer reviewer (otoritas keilmuwan) sebelum Anda menerbitkan pekerjaan Anda.

3. Pengusaha Muda atau pebisnis baru

Kita sedang bergerak ke dunia Produk yang Memprioritaskan Pembeli atau audiens. Sebelum Internet, perusahaan membuat produk sebelum audiens. Sekarang, mereka membangun audiens sebelum produk. Lebih mudah memulai bisnis saat Anda memiliki audiens.

4. Karyawan yang Diremehkan (jika anda adalah orang yang merasa tempat kerja anda tidak bisa menerima ide segar dan baru) 

Jika pasar meremehkan keterampilan Anda, dan Anda tidak dapat menunjukkan kompetensi Anda di tempat kerja, Anda dapat membuktikan diri dengan menulis online.

5. The Deep Thinker (kaum pemikir) 

Menulis online akan mempertajam pemikiran Anda.

Halaman putih kosong adalah cermin ke dalam pikiran Anda. Ketika ide-ide di benak Anda kabur, begitu pula kata-kata di halaman depan Anda. Menulis ulang adalah memikirkan ulang. Menulis adalah cara terbaik untuk meningkatkan ide Anda.

6. Orang dengan ide dan pemikirna unik (hampir mirip dengan nomor 1)

Anda secara intelektual ingin tahu, tetapi Anda terjebak di tempat di mana Anda tidak dapat bertemu orang yang berpikiran sama.Menulis online, sehingga orang-orang mendatangi Anda. Saat mereka melakukannya, Anda dapat melakukan obrolan video dengan mereka dan mencari cara untuk bertemu langsung dengan mereka.Tidak ada lagi kesepian intelektual.

7. The Job Hunter (si Pencari kerja atau order) 

Sebuah blog pribadi yang ditulis dengan baik mengatakan lebih banyak tentang Anda daripada CV  apa pun. Menulis menunjukkan keingintahuan, komitmen, dan ketekunan - yang menarik perhatian perusahaan terbaik.Alih-alih menghubungi perekrut, mereka akan menghubungi Anda.

 Dengan menulis online, Anda dapat mendemonstrasikan kompetensi Anda dan memberi tahu dunia tentang keahlian unik Anda.

Pak Agus Sampurno memberikan latihan untuk mengurai satu ide menjadi tulisan kepada kami sebagai peserta, di bawah ini latihan yang beliau berikan

nah kita akan belajar mengurai satu ide bersama sama menjadi sebuah tulisan

 https://jamboard.google.com/d/1AsgaSBnpe_gmiKUTp4WA15fBV1r_YWfL4wXGIHoJmdQ/edit?usp=sharing

                                                                     caranya adalah



 anda akan melihat piramida di link yang saya bagikan

 tugas anda

 1. menentukan satu ide pokok tulisan

 2. terus turun ke bawah tambahkan data atau informasi pendukung

 3. dengan demikian total ada 6 ide yang anda buat



                                                gunakan post it untuk menulis ide anda

Ide menurut Agus Sampurno

Ide sebenarnya mudah dicari dan ditemukan, yang sulit adalah cara melakukan eksekusi hingga menjadi sebuah tulisan. Dalam menulis banyak hal yang menarik dan bisa dinikmati prosesnya. Dalam mencari ide menulis ada banyak pemicu yang bisa berujung pada terbitnya sebuah tulisan. Seperti yang saya lakukan di jamboard adalah satu hal yang menjadi trending topic sekarang ini adalah mengenai Pembelajaran Jarak Jauh. Menyikapi situasi ini ada beberapa hal yang bisa seorang bisa menulis dari beberapa perspektif, yakni:

1. Persepektif sebagai pendidik yang merasa dirinya sukses; ia akan menceritakan bagaimana dirinya         sukses mengampu pembelajaran online, dengan menceritakan kesehariannya dalam mengajar secara     online. Ia lupa banyak pendidik diluar sana yang masih berjuang mengatasi kendala.

2.  Perspektif sebagai pendidik yang menyalahkan orang tua siswa yang kurang sigap mendampingi             anaknya dalam pembelajaran jarak jauh.

3.  Perspektif pendidik yang mencoba memberikan jalan keluar berdasarkan pengalamannya. Ia                   berperan memberikan pertimbangan, tips dan trik bagi kedua belah pihak, bagi orang tua siswa dan         guru.

Orang lebih senang mencari sesuatu yang ada hubungannya dengan keuntungan atau kebutuhan dirinya. Hal ini sering dilakukan bagi penulis pemula karena belajar menulis ide berdasar diri sendiri. Dimulai dari yang mudah, yang bisa, yang dialami.

Ketika ingin sekali menulis, namun judul yang ditemukan sudah tertuang oleh orang lainm, maka cara menyikapi hal ini adalah mencermati tulisan orang lain lalu lakukan ATM (Amati Tiru dan Modifikasi). Cara terbaik memberikan ‘roh’ pada tulisan adalah sebagai penulis, kita sudah tahu dalam satu kalimat, hal apa yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Sebuah buku yang tebalnya berlembar-lembar pun pada akhirya punya satu tema besar yang ingin disampaikan.

Jika ingin lebih semangat menulis karena mendapatkan tanggapan, tulislah dan berikan lah sumbang saran bagi sebuah hal yang sedang menjadi kegelisahan orang banyak.

Demikianlah bahasan yang disampaikan oleh Pak Agus Sampurno mengenai hal menulis yang diibaratkan dengan sebuah lego. Dan mudah- mudahan resume ini bermanfaat

Sabtu, 05 September 2020

Tarikan Magnet Om Jay


Magnet disebut juga besi berani yang bisa menarik benda lain. Magnet juga memiliki dua kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan, jika magnet ini dipotong-potong menjadi potongan kecil tetap memiliki dua kutub tidak akan berubah. Artinya Om Jay ini ibarat magnet yang mampu menarik orang-orang untuk berbuat hal yang baik dan banyak sekali orang terinspirasi oleh Om Jay ini.Sangat pantas sekali seorang Om Jay (Wijaya Kusumah ) sebagai sang inspirator. Ini yang dirasakan oleh narasumber kegiatan belajar menulis gelombang 15 beliau adalah Ibu Jamilah.

Materi yang disampaikan Ibu Jamilah (pembuktian dari magnetnya Om Jay) sebagai berikut

Berbicara tentang pengalaman menulis buku, saya termasuk orang yang juga baru menekuni bidang ini. Memang sih, dulu sewaktu SD  pernah punya hobi menggambar dan bercita-cita menjadi seorang komikus. Namun entah mengapa cita-cita tersebut terbang entah kemana

Suatu hari saya terusik dengan postingan beberapa teman di FB. Diantaranya pak Alphian  dan bu Tere. Mereka rajin sekali posting cerita/artikel setiap hari. Pikir saya saat itu, kok mereka mudah sekali mendapatkan ide dan menuangkannya dalam sebuah tulisan. Saya juga ingin seperti itu. Rasa penasaran yang semakin memuncak tersebut kemudian menuntun saya untuk bertanya ini dan itu. 

Walhasil, gayung bersambut selang beberapa hari kemudian saya mendapatkan postingan untuk bergabung di WA Grup Menulis Angkatan 5. Inilah awal saya bertemu dengan Om Jay sang Inspirator. Melalui para narasumber hebat yang dihadirkan om Jay di setiap Webinar saya banyak mendapatkan pengetahuan serta sharing pengalaman diantaranya Pak Dedi Dwitagama, Paman Apiq, Prof. Eko Endrajit, dan narasumber hebat lainnya.

 Taklukkan Tantangan Tergila

Menulis itu adalah pilihan. Bagi saya pribadi, menulis adalah sebuah tantangan. Pada awal bergabung di grup menulis, saya merasa begitu berat dan tak sanggup. Bukan karena tidak punya ide, tapi bingung harus mulai menulis dari mana. Untungnya Om Jay paling jago memberi kami tantangan menulis, beliau juga paling mengerti karakter kami dan selalu mampu memberi motivasi. 

Pada hari Selasa, tepatnya tanggal 14 April 2020 Om Jay menghadirkan Prof. Eko Indrajit sebagai narasumber. Saya sangat kagum dengan sosok prof yang satu ini🙈😅. Selain cerdas, terkenal, dan super ramah,  bagi saya pribadi beliu adalah satu- satunya profesor yang memberi kami tantangan tergila 🙊. Sebab kami diberi tantangan menulis buku hanya dalam SEMINGGU  dengan cara memilih salah satu tema yang ada di Ekoji Channel. Kami juga hanya diberi waktu semalam untuk mengambil keputusan. Besoknya sudah harus menyetor judul dan daftar isi (outline). Waduh, kebayang deh reaksi kami seperti apa saat itu. 

Terima...tolak, terima nanti bagaimana, ditolak juga sayang. Ibarat orang mabuk asmara,  selama 2 hari saya tak bisa tidur dan makan enak😅. Akhirnya sampailah saya pada kata NEKAT. Pada hari Jumat, 17 April 2020 dengan harap-harap cemas karena sudah telat dari dateline yang diberikan, saya mencoba mengirim wa dan menyatakan kesanggupan saya menerima tantangan Prof. Eko. Alhamdulillah saya diberi kesempatan dan harus langsung menyerahkan bab 1 di hari Sabtu😍💪. 

Konsekuensi dari NEKAT, saya harus jatuh bangun berjuang "menaklukkan tantangan". Kalimat ini kemudian  diabadikan dalam salah satu judul bab buku "Design Thinking Membangun Generasi Emas dengan Konsep merdeka Belajar"…

NEKAT BERBUAH MANIS

Konsisten dan fokus, kunci menuju sukses. Semua memang berawal dari kata "Nekat". Namun modal nekat tanpa konsistensi adalah nol besar. Saya sudah membuktikannya. Bukan hanya dalam menerima tantangan menulis, tapi dalam pembelajaran dan keseharian hal inipun saya lakukan. 

Buku Design Thinking adalah salah satu bukti bahwa resiko terbaik dari sebuah kenekatan adalah penerimaan dan pengakuan.

Bagi saya menulis harus didasari oleh 3 hal, yaitu : niat,  tekad, dan nekat.

Ketiga hal ini berkaitan erat dan saking melengkapi. Niat merupakan tujun yang ingin dicapai. Pencapaian yang maksimal membutuhkan tekad (keinginan yang kuat).  Dan untuk mewujudkan tekad tersebut kita harus nekat dalam arti memiliki keberanian. 

3 hal dimaksud juga sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan keterampilan abad 21 peserta didik. Guru selaku agen perubahan harus mampu bersikap profesional baik dalam kapasitasnya sebagai tenaga pendidik, anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. Secara mendalam upaya tersebut dikupas tuntas dalam buku karya bersama Prof. Eko Indrajit.

Trik Ibu Jamilah dalam menyelesaikan buku

Mewujudkan sebuah karya dalam waktu singkat tentu bukanlah hal yang mudah. Apalagi bagi saya yang merupakan seorang penulis pemula. Tentunya banyak kendala yang saya hadapi. Namun berkat niat, tekad dan nekat Alhamdulillaah karya tersebut termasuk sebagai salah satu karya yang lolos mulus di penerbit Mayor. Hal ini tentunya juga tidak terlepas dari bimbingan Prof. Eko yang sudah mendampingi kami dari awal, proses editing, hingga menghubungkan kami dengan penerbit mayor. Menulis buku di penerbit mayor juga salah satu impian saya dan teman2

 Trik menulis buku dalam seminggu yang saya lakukan cukup simpel. Selain 3 hal yang sudah saya ungkapkan tadi, kita juga harus fokus dan konsisten. Intinya, tulislah apa saja yang terlintas dalam pikiran kita dengan sesegera mungkin. Jangan ditunda. Teruslah menulis. Abaikan masalah ejaan, tanda baca, dls. Selesaikan dulu hingga tuntas. Terakhir baru kemudian kita melakukan editing.

Untuk editing, kita bisa melakukannya sendiri (swasunting) atau meminta bantuan teman/orang yang ahli untuk melakukan editing.

Bagaimana dengan ketentuan jumlah halaman dan huruf ?

Untuk ketentuan halaman itu tergantung dari pihak penerbit. Untuk penerbit mayor biasanya minimal 75 hal. demikian pula halnya dengan jenis dan ukuran huruf. Sesuai ketentuan pihak penerbit. Kemarin saat kami memenuhi tantangan menulis dalam seminggu, kami diminta untuk menulis buku  dengan jumlah halaman antara 100-200.

Outline buku Ibu Jamilah bersama Prof. Eko 



Buku yang ditulis Ibu Jamilah

Seperti itulah materi yang disampaikan oleh Ibu Jamilah semoga bermanfaat. Ilmu manfaat akan menemani kita dikehidupan berikutnya. amin


Mimpi Menjadi Kenyataan

Bermimpilah selama kita masih bernafas, dan wujudkanlah mimpi-mimpi itu satu persatu. Mimpi-mimpi ini telah diwujudkan oleh nara sumber kali ini yaitu Ibu  Ditta Widya Utami, S.Pd. Untuk mengenal lebih jauh siapa ibu narasumber kali ini silahkan baca profil beliau sampai selesai


Ditta Widya Utami, S.Pd.
 adalah salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Lahir di Subang, 23 Mei 1990. Menikah dengan Muhammad Kholil, S.Pd.I. dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Muhammad Fatih Musyfiq. Selain aktif di MGMP, penulis juga aktif di bidang literasi. 

Riwayat pendidikan :
SDN Cipeundeuy Subang (1996-2002)
SMPN 1 Cipeundeuy Subang (2002-2005)
SMAN 1 Purwakarta (2005-2008)
Pendidikan Kimia UPI (2008-2012)

Buku karya tunggal :
Lelaki di Ladang Tebu (2020), sebuah antologi cerpen pendidikan (silahkan cek Instagram @dittawidyautami untuk melihat testimoninya)

Buku karya bersama :
1. Jejak Langkah Guru Subang (2019) - kumpulan best practice, MGMP IPA Subang
2. Guru di Ladang Ilmu (2019) - kumpulan cerpen karya guru, Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB)
3. Sepenggal Kisah di Ruang Cipta Pentigraf (2020) - KPPJB
4. Dari Mata Air Hingga Muara (2020) - Literasi Subang Bihari dan Berwibawa (Lisangbihwa)
5. Pelangi Jiwa (2020) - kumpulan kisah inspiratif, KPPJB
6. Pena Digital Guru Milenial (2020) - kisah para guru blogger, PGRI
7. Menyongsong Era Baru Pendidikan (2020) - bersama Prof. Eko Indrajit 

Komunitas yang diikuti :
1. MGMP IPA Subang Komisariat Kalijati (Sie. Bidang Kerja Sama dan Humas)
2. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
3. KPPJB (Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat)
4. Lisangbihwa (Literasi Subang Bihari dan Berwibawa)
5. GLN Gareulis Jabar Tingkat Kabupaten Subang 

Mari berteman dengan penulis :
Email : dittawidyautami@gmail.com
YouTube : ditta widya utami
Instagram/Twitter : @dittawidyautami

Demikianlah profil  narasumber pada resume ini

Narasumber yang menyebut dirinya sebagai sebutir pasir yang banyak dijumpa menyampaikan materinya kalimat demi kalimat dengan penuh keikhlasan. Adapun materi yang beliau sampaikan mengenai pengalaman menerbitkan buku. Menerbitkan buku ini salah satu mimpi yang telah diwujudkan menjadi kenyataan. Berikut adalah pengalaman beliau dalam menerbitkan buku

SEMUA BERAWAL DARI MIMPI

Saya masih ingat ketika kuliah pernah menuliskan 100 target mimpi yang ditulis pada sebuah karton besar dan ditempel di dinding kamar kos.Salah satunya adalah mimpi menulis buku. Hari demi hari, satu per satu impian saya terwujud. Setiap ada satu mimpi yang terwujud, langsung saya coret dari daftar (agar punya ruang untuk mimpi-mimpi baru).Semakin lama, semakin banyak mimpi yang dicoret (di atas karton) karena Allah berkenan mewujudkannya.

Saat itu, mimpi untuk menulis buku sebenarnya sudah terwujud ketika saya dan teman-teman mengikuti lomba kreativitas mahasiswa tingkat jurusan dan meraih juara dua dengan skor yang berbeda tipis dari peringkat pertama.Kami membuat buku "Seri Petualangan Kimia". Karena hanya dibuat satu…

 KARENA AKTIF DI MGMP DAN KOMUNITAS LITERASI 

Selang 10 tahun kemudian, saya ikut dalam kepanitiaan Workshop Best Practice yang diselenggarakan MGMP IPA Kab. Subang.

Hasil workshop tersebut kemudian diabadikan dalam bentuk buku. Bu Hj. Rita Rosidah, M.MPd. selaku ketua MGMP IPA Kab. Subang memberi kepercayaan kepada saya dan Ibu Suprapti, S.Pd. (baik Bu Hj. Rita dan Bu Prapti, keduanya pun ikut grup menulis bersama Omjay) untuk menjadi penyunting bukunya. Tentu kebahagiaan tersendiri bagi kami.Setelah buku Jejak Langkah Guru Subang, saya pun ikut menulis dalam buku antologi bersama di komunitas-komunitas literasi yang saya ikuti.

 BUKU SOLO PERTAMA 

Maret-April 2020 adalah bulan penuh kebahagiaan bagi saya. Karena dalam satu bulan itulah buku solo pertama saya yang berjudul Lelaki di Ladang Tebu lahir.Buku ini merupakan kumpulan cerpen pendidikan yang konfliknya diambil dari kisah nyata. Hanya saja dinarasikan ulang menjadi sebuah cerpen.Saya tulis buku ini untuk mengabadikan kisah-kisah para murid yang telah menjadi guru kehidupan bagi saya. Betapa mereka (baik dengan sifat baik atau sebaliknya) mampu memberi pelajaran yang berarti dalam hidup ini.

Silakan jika berkenan, Bapak/Ibu pun bisa membaca testimoni buku ini di instagram saya :https://www.instagram.com/dittawidyautami/

Buku solo pertama

 IKUT KELAS MENULIS OMJAY

26 Maret 2020 saya bergabung dalam grup menulis via WA Grup bersama Omjay dkk. Awalnya saya masuk gelombang 8 kemudian pindah ke gelombang 7 karena masih ada kuota untuk 2 orang.Banyak sekali manfaat dan kebahagiaan yang saya rasakan dengan mengikuti grup ini. Misalnya ketika mendapat hadiah kejutan dari Omjay dkk.

Di angkatan saya, Omjay selalu menginisiasi peserta untuk terus menulis setiap hari. Sesekali di hari antara jeda materi, beliau mengirim foto (ketoprak, kucing, kue kacang, apa pun) untuk kemudian dijadikan ide menulis.Tak berhenti sampai di situ. Melalui grup menulis bersama Omjay ini, saya kembali ikut menulis 2 buku karya bersama.

Pertama bersama Prof. Eko Indrajit, sedangkan yang kedua bersama Ibu Kanjeng, Pak Brian dan teman-teman guru blogger lainnya.

Pena Digital Guru Milenial adalah buku karya bersama keenam yang saya ikuti. Terdiri dari 43 penulis yang merupakan guru blogger yang mengurai kisahnya masing-masing sebagai guru sekaligus blogger. Dibimbing langsung oleh Ibu Kanjeng yang luar biasa ❤️❤️❤️ inilah autobiografi para guru blogger. Hehe

BUKU MAYOR PERTAMA

Senin, 13 April 2020

Peserta grup menulis bersama Omjay mendapat materi tentang menulis buku dalam seminggu yang disampaikan oleh Prof. Eko Indrajit.Penyampaian yang luwes, sikap yang bersahaja, membuat saya menikmati pemaparan beliau. Hingga akhirnya beliau menyampaikan tantangan menulis buku dalam seminggu.Beliau meminta kami untuk memilih tema yang ada di channel youtube beliau (Ekoji Channel) :https://www.youtube.com/channel/UCa3LCo2Zjy_h_NaWz1V2jOw Bagi yang siap ikut tantangan, bisa langsung mengirimkan judul beserta outline buku kepada beliau.

 Proses Menulis Buku dengan Prof. Eko

15 April 2020

Saya mengirimkan judul beserta outline buku kepada Prof. Eko. Alhamdulillah di acc. Setelah itu, setiap hari saya menulis satu BAB hingga 21 April 2020. Selesai.Ya, selesai seluruh draft! Alhamdulillah. Selanjutnya tinggal bimbingan untuk proses editing. Ini adalah salah satu rahasia dalam menulis buku. Selesaikan seluruh draft dari daftar isi hingga daftar pustaka, baru kemudian edit.Jika selesai satu bagian kita langsung mengedit, yakin deh nggak akan selesai-selesai bukunya. Atau bisa selesai, tapi dalam waktu yang relatif lama. Karena apa? 

Proses editing-lah yang sebenarnya memakan porsi waktu paling banyak dalam proses pembuatan buku. Para penulis yang mulanya berjumlah 20 orang dipertemukan dalam satu grup yang dibuat oleh Prof. Eko. Dari jumlah tersebut, ada 9 orang yang akhirnya misi menulis buku bisa sampai diterbitkan.

Proses menulis buku bersama Prof. Eko tuh berasa seperti menulis skripsi. Hanya saja, kali ini terasa lebih menyenangkan. HeheBagaimana tidak? Prof. Eko begitu ramah dan sabar dalam membimbing kami.

MASA BIMBINGAN

Kami bersyukur di tengah kesibukan Prof. Eko mengadakan perkuliahan online, mengisi webinar PGRI, dsb, beliau masih menyempatkan diri untuk membimbing kami para penulis pemula.Selain melalui WA grup, beliau juga melakukan bimbingan melalui google meet dan zoom.Pada bimbingan klasikal pertama, setiap peserta mempresentasikan naskahnya masing-masing. Lalu, Prof. Eko memberi masukan atas masing-masing karya untuk kemudian direvisi.

Pada bimbingan klasikal kedua, dibahas teknis jadwal pengiriman naskah ke penerbit, jadwal meeting dengan penerbit, dsb.

 SAATNYA PENGUMUMAN 

4 Juni 2020 (semoga masih seneng bacanya ) adalah hari yang mendebarkan. Inilah hari pengumuman apakah naskah kami lolos atau tidak.Pengumuman dilakukan via zoom meeting yang dihadiri oleh Pak Joko sebagai perwakilan dari Penerbit Andi, Omjay dan tentu saja Prof. Eko beserta anak didiknya Saat itu, Prof. Eko berulang kali membesarkan hati kami agar memantapkan hati menerima apa pun hasilnya. Karena dari semua naskah yang masuk, masih ada yang harus revisi minor, revisi mayor dan ada yang langsung diterima.

Alhamdulillah, saya bersyukur karena naskah Menyongsong Era Baru Pendidikan termasuk yang langsung diterima.

PROSES DI PENERBIT

Sejak pengumuman lulus/tidaknya naskah, selebihnya proses di penerbit mayor. Editing, layout, dsb. 

12 Juli 2020 saya menerima naskah proof. Naskah yang siap naik cetak tapi butuh dicek untuk terakhir kalinya oleh penulis. Naskah ini dikirim langsung ke penulis beserta surat perjanjian (kontrak).Setelah selesai dicek, dikirim kembali ke penerbit. Hingga akhirnya ...

7 Agustus 2020 saya menerima foto ini 

Saya memilih tema ini setelah melihat tayangan berjudul UNESCO Competency Framework for Teachers di Ekoji Channel (channel YouTube Prof. Eko) Dalam video ini dibahas tentang kompetensi teknologi informasi apa saja yang harus dimiliki guru berdasarkan standar UNESCO.

MENGAPA HARUS "MENYONGSONG ERA BARU PENDIDIKAN"?

setiap orang tentu memiliki tujuan masing-masing dalam menulis.Bagi saya, menulis itu ada 3 jenisnya :1. Menulis untuk mengabadikan momen

Contoh tulisan ini adalah ketika kita menuliskan kisah saat mendapat hadiah kejutan dari Omjay, saat Bapak/Ibu menjadi pemenang lomba blog, dsb.

2. Menulis untuk mengabadikan buah pikiran

Nah kalau ini lebih serius tulisannya. Best Practice, PTK, artikel ilmiah, atau apa pun yang nulisnya terkadang membutuhkan referensi lain.

3. Menulis untuk kebutuhan

Tujuan menulisnya karena ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhannya bisa macam-macam. Misalnya untuk mendapat kesenangan, untuk menyalurkan hobi, dll. Nah, buku Menyongsong Era Baru Pendidikan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan guru/pendidik saat ini.… Mengapa saya katakan demikian? pernah mendengar istilah generasi Z dan generasi Alpha (generasi A)

Baik generasi z (lahir antara 1995-2010) maupun generasi A (lahir setelah 2010), keduanya merupakan generasi yang dekat dengan teknologi. Peserta didik yang kita hadapi saat ini mungkin ada yang termasuk generasi z atau generasi A. Oleh karena itu, kita pun sudah barang tentu harus bisa menguasai atau minimal mnggunakan berbagai teknologi informasi dalam proses pembelajaran.

Meski teknologi hanyalah alat, tapi memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran bahkan telah menjadi kriteria kompetensi pedagogi dan profesional bagi seorang guru. Selain itu, adanya pandemi corona mengharuskan kita sebagai pendidik untuk mulai menggeser proses pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran-pembelajaran inovatif yang salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Oleh karena itu, kita harus siap Menyongsong Era Baru Pendidikan. Buku Menyongsong Era Baru Pendidikan ibarat appetizer (hidangan pembuka) dalam suatu jamuan makan yang berfungsi merangsang nafsu makan sebelum hidangan utama (Main Course) dinikmati.

Suguhan yang terkandung dalam buku ini, diharapkan mampu meningkatkan semangat Bapak dan Ibu untuk mengembangkan kompetensinya di bidang teknologi informasi yang kemudian dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Kita harus optimis dalam  menyongsong era baru pendidikan dimana semua akses informasi bisa didapat dengan mudah. Kapan saja, dimana saja, dan oleh/dengan siapa saja.

Proyek Palapa Ring atau istilah lainnya "Tol Langit" yang dilaksanakan pemerintah  semoga menjadi salah satu jalan yang semakin memudahkan akses teknologi informasi di negara kita yang berbentuk kepulauan.

Terakhir dari saya :

Teruslah memberi arti pada setiap orang yang kau temui. Dalam setiap hal yang kau lalui, dan untuk setiap waktu yang kau miliki.

Sebutir pasir yang banyak dijumpa,

~ Ditta Widya Utami ~

 Demikianlah pengalaman narasumber yang hebat ini. Semoga bermanfaat

Aku tidak tahu

Aku tidak tahu Apakah aku anak solehah Aku tidak tahu  Apakah aku murid yang baik Aku tidak tahu Apakah aku saudara yang baik Aku tidak tahu...