Kamis, 20 Agustus 2020

Ilmu TOJTRP Dalam Langkah Menulis Buku


                                      "Al ilmu nurun artinya ilmu itu adalah cahaya"

Alhamdulillahirabilalamain saya ucapkan atas syukur saya kepada Allah SWT. Dan pada timnya Om Jay pula. Pada pertemuan ke 8 masih bisa mengikuti " Belajar Menulis Gelombang 15 Bersama tim Om Jay". Narasumber yang dihadirkan dari awal kegiatan sampai hari berikutnya seiring dengan waktu semakin berbobot sehingga menambah wawasan yang luas.

Pada kesempatan ini narasumber yang dihadirkan adalah seorang trainer dan motivator Man Jadda Wajada.Beliau lahir di Banyumas 7 Februari 1973. Untuk lebih lengkapnnya profil beliau bisa di lihat di link ini https://akbarzainudin.com/profil/

Dipertemuan kuliah online ini narasumber menyampaikan pengalaman menulis beberapak buku. Dan beliau rangkum dalam sebuah materi " langkah-langkah menulis buku". dengan berpesan " semoga bermanfaat".

Dari pesan beliau yang mengatakan semoga bermanfaat ini mengingatkan pada kehidupan di hari kemudian. Bahwasanya apabila manusia telah tiada di muka bumi ini maka akan terputus semua amalnya kecuali   3 (tiga) perkara yaitu shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak  shaleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya.

Adapun langkah-langkah menulis buku bisa dilihat di link ini https://youtu.be/-7E7q4I4-vU

Menulis buku merupakan kegiatan yang tidak kalah berartinya dengan amal perbuatan yang lainnya. Dalam menulis buku ini tidak sembarangan asal menulis. Akan tetapi ada ilmu-ilmunya. Salah satunya bagaimana langkah -langkah menulis buku? Untuk mengetahuinya lebih dalam Bapak Akbar Zaenudin memaparkannya sebagai berikut:

Menurut beliau ada 6 langkah dalam menulis buku yang disingkat dengan TOJTRP

1. Huuruf T. Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku       fiksi                  maupun      non fiksi. Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema     ini satu          saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya. 

2. Huruf O. Buatlah OUTLINE atau DAFTAR ISI. 

    Gunanya outline:

  1.  Agar tulisan terarah
  2.  Bisa buat jadwal dan target.
  3.  Menghindari "ngeblank" pada saat menulis. 
  4.  Agar bukunya selesai. 

Kalau tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai. Inilah salah satu hal penting yang sering diabaikan orang. Merasa sudah tahu apa yang ditulis, akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis. Akibatnya, tulisannya tidak terarah, “melenceng” dan “lari” ke mana-mana, tidak tahu jalan akhirnya. Bukunya akan selesai? Tentu tidak. Banyak ide itu bagus, tetapi yang jauh lebih bagus adalah ide yang difokuskan. Cara memfokuskan ide adalah dengan membuat outline. 

HOW: Bagaimana

Cara Mengembangkan Daftar Isi (outline)

UNTUK BUKU NON FIKSI

1. Gunakan prinsip dasar 5W dan 1H. 

  • Prinsip WHY :  Ini terkait pengertian, definisi, pembagian, jenis-jenis, dan sebagainya. WHY: Ini adalah tentang alasan (mengapa) buku ini ditulis, tujuannya apa dan manaatnya apa. 
  • Prinsip HOW:How ini berbicara tentang bagaimana, tips and trick, strategi, langkah-langkah, dan sebagainya. 
  • Untuk 2 W yang lain, yaitu Where dan When bisa tidak digunakan. 

CONTOH. 

Tema: Santri dan Menulis

WHAT

  1.  Santri dan keterampilan menulis. 
  2.  Keterampilan apa saja yang dibutuhkan agar bisa menulis.
  3. Para ulama dan karya mereka dari masa lampau.
  4.  dan seterusnya. 

MENGAPA?

  1.  Mengapa Santri Harus Menulis?
  2.  Tujuan Menulis.
  3.  Tantangan Mengapa Santri Harus Bisa Menulis.
  4.  dan seterusnya.

HOW?

  1.  Bagaimana cara menulis?
  2.  Bagaimana membangun disiplin menulis?
  3.  Tips and Tricks Menjadi Penulis.
  4.  dan seterusnya.

 BAGAIMANA MEMBUAT OUTLINE UNTUK BUKU FIKSI?

  • Pertama: WHO? Siapa saja tokoh-tokohnya. 

           Tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.Misalnya, ayah, ibu, teman, guru,                 dan sebagainya. 

  • Kedua: Karakter.

          Gambarkan profil setiap tokoh dengan sifatnya masing-masing. 

  • Ketiga: Plot atau Alur Cerita.

Gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akamembangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya. Terus ending cerita seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.2.  

 CONTOH OUTLINE yang diberikan Bapak Akbar Zaenudin dari buku "Man Jadda Wajada"

Buku ini adalah buku dengan tema motivasi umum, motivasi hidup. Beliau gunakan konsep dasar 5W dan 1H. 

  • Diawali dengan prinsip WHY. Kalau terkait motivasi, penjabaran tentang WHY bisa digambarkan sebagai berikut: 
  1.  Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
  2.  Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah.
  3.  Apa tujuan hidup seseorang?
  4.  Mengapa orang harus berubah?
  5.  Darimana perubahan itu bisa dimulai?
  6.  Apa saja yang harus diubah?

  • Setelah WHY, hal kedua yang terpikir adalah WHAT.

Hal-hal yang terpikir dalam kategori WHAT adalah:

  1.  Apa itu sukses?
  2. Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
  3.  Potensi diri, kelebihan dan kekurangan.
  4.  Memahami bahwa sukses itu bisa kita dapatkan. 

  • Setelah WHY, hal ketiga yang saya coba jabarkan adalah HOW. Ini tentang bagaimana, strategi, langkah-langkah, tips & Trick, dan juga action. 

Penjabarannya: 

  1. Bagaimana bermimpi besar.
  2. Bagaimana membuat rencana (action plan).
  3.  Bagaimana berani memulai.
  4.  Menjadi kreatif.
  5.  Membangun momentum berubah.
  6.  Kapan harus memulai?

Nah, ketiga hal itulah yang akhirnya menjadi dasar outline buku  "Man Jadda Wajada"

MASIH TENTANG OUTLINE

Buku lain yang ingin beliau bedah Daftar Isinya adalah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren". Target buku ini adalah para santri, umur SMP dan SMA. Karena itu, buku ini harus sederhana, ringan, bisa dibaca oleh pembaca dalam rentang umur tersebut, dan tetap bobot isinya tinggi. 

Beliau mulai dengan cara yang sama; menguraikan WHAT, WHY, dan HOW.

  1.  Apa itu sukses. 
  2.  Apakah bisa anak pesantren itu sukses?
  3.  Kisah-kisah sukses alumni pesantren. 
  4.  Sukses itu apa menurut pesantren?
  5.  Bagaimana caranya agar kita sukses?
  6.  Apa yang harus kita lakukan mulai dari sekarang? 

Dari poin-poin itu beliau jabarkan lebih detail lagi menjadi daftar isi yang cukup lengkap. Daftar isi ini lalu beliau tuliskan satu per satu, maka jadilah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren".

Buku ini menurut alhamdulillah  sudah terjual lebih dari 25.000 eksemplar di seluruh Indonesia. 

CONTOH OUTLINE BUKU UKTUB

Satu lagi, buku beliau yang beliau khususkan untuk panduan menulis buku, judulnya "UKTUB: Panduan Lengkap Menulis Buku dalam 180 Hari". Buku ini merupakan rangkuman best practices Akbar Zainudin sebagai penulis sekaligus motivator andal yang ingin ditularkan kepada kita semua.

Rahasia Akbar Zainudin menjadi penulis sukses terangkum lengkap dalam buku ini. Semua pertanyaan dan keingintahuan tentang dunia penulisan, perbukuan, dan penerbitan dijawab secara lengkap dan jelas di buku ini. Jika Anda serius mempraktikkan isi buku ini, dijamin Anda akan menjadi penulis sukses hanya dalam 180 hari!

"Judul buku ini sangat tepat karena semangat Iqra’! (Bacalah!) sebaiknya diikuti dengan Uktub! (Tulislah!). Bacalah buku senior saya di Gontor ini, …Judul buku ini sangat tepat karena semangat Iqra’! (Bacalah!) sebaiknya diikuti dengan Uktub! (Tulislah!). Bacalah buku senior saya di Gontor ini, untuk belajar kiat-kiat menulis, dari proses menangkap ide sampai menerbitkan buku yang bagus dan laris"

—Ahmad Fuadi, Penulis Novel Best Seller Negeri 5 Menara"Para penulis adalah orang-orang terpilih yang memiliki visi jauh melampaui zamannya. Jika Anda ingin menjadi orang seperti itu, bacalah buku ini!"Ahmad Gaus, Dosen Bahasa dan Budaya Swiss German University

"Andai dari dulu buku ini sudah ada, mungkin perjalanan saya menjadi penulis bisa lebih mudah. Uktub! Menulislah sekarang juga!"

Ollie, CMO & Co-Founder NulisBuku.com

"Cukuplah bagi seseorang membaca buku ini untuk mewujudkan keinginannya menjadi penulis buku atau memiliki penerbit buku".

M. Abdul Ghoffar, Pemilik Penerbit Al-Mahira

"Melalui bukunya ini, Akbar Zainudin menunjuk-kan bukti betapa menulis adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan"

Nashrulloh ZM Zarkasyi, Guru Bahasa Indonesia di Pondok Modern Gontor

Beliau bagi buku UKTUB ini dalam beberapa bagian besar:

  1.  Sikap Mental
  2. Motif Menulis
  3. Mencari Ide
  4.  Apa yang Ditulis
  5.  Bagaimana Menulis
  6.  Mengenal Pembaca
  7.  Mengenal Penerbit. 

Dari poin-poin inilah beliau kembangkan menjadi daftar isi.Karena itulah, buku UKTUB ini lengkap sekali. Anda tinggal mengikuti satu demi satu langkah-langkah nya untuk menjadi penulis buku.

Beliau sarankan, highly recommended Anda membeli, mempelajari dan mempraktikkan apa yang ada dalam buku ini. Biar lebih serius dalam belajar menulisnya.

3.  Huruf J. Buatlah Jadwal penulisan.

Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai. Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

CARA MEMBUAT JADWAL

  1.  Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-         Keterangan
  2.  Isi Nomer
  3. Isi Judul Artikel
  4.  Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis
  5.  Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini. 
  6.  Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.

4. Huruf T. Tuliskan. 

Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya. Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

5. Huruf  R,  adalah REVISI. 

Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna. Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. 

  • Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku. 
  • Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang direvisi?

  1. Data dan informasi yang kurang. 
  2.  Tata Bahasa
  3.  Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir. 
  4. Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

6. Huruf P adalah kirim ke penerbit. 

Apa yang menjadi pertimbangan penerbit?

  • Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.Apakah pembaca butuh buku kita? Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh? Buku kita menjawab kebutuhan apa?Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar. Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca. 

  • Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis? Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit. 
  • Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku? Harus punya jawabannya. Misalnya iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi Buku, Membangun Komunitas, Dan Sebagainya. Apakah perlu membayar kepada penerbit.Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual. 

Bagaimana cara mengirim naskah?. 

  1. Naskah harus sudah jadi.  
  2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk 
  3. Berapa lama?Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.

Contoh pembuatan jadwal penulisan buku.

CONTOH OUTLINE DAN JADWAL PENULISAN

BUKU “KETIKA SUKSES BERAWAL DARI PESANTREN”

NO

JUDUL

LAMA

PENULISAN

TARGET AWAL

PENULISAN

TARGET SELESAI

PENULISAN

1

Menjadi Santri dan Sukses

1 Minggu

9 Mei 2020

15 Mei 2020

2

Bersyukur atas Nikmat Allah

1 Minggu

16 Mei 2020

22 Mei 2020

3

Pesantren adalah Tempat

Penggemblengan

1 Minggu

23 Mei 2020

29 Mei 2020

4

Ilmu Agama sebagai Benteng

Kehidupan

1 Minggu

30 Mei 2020

5 Juni 2020

5

Disiplin, Kunci Sukses

1 Minggu

6 Juni 2020

12 Juni 2020

6

Tidak Betah? Coba Lagi

1 Minggu

13 Juni 2020

19 Juni 2020

7

Lawan Rasa Malasmu

1 Minggu

20 Juni 2020

26 Juni 2020

8

Hormati Guru-gurumu

1 Minggu

27 Juni 2020

3 Juli 2020

9

Berhenti Menyusahkan Orang Tua

1 Minggu

4 Juli 2020

10 Juli 2020

10

Rajut Impian Hebatmu

1 Minggu

11 Juli 2020

17 Juli 2020

11

Kerja Keras Menjadikan Impian

Nyata

1 Minggu

18 Juli 2020

24 Juli 2020

12

Banyak Berdoa, Hindari Maksiat

1 Minggu

25 Juli 2020

31 Juli 2020

13

Suksesmu Bermula dari Sini.

1 Minggu

1 Agustus 2020

7 Agustus 2020

 

LAMA PENULISAN

13 Minggu

9 Mei 2020

7 Agustus 2020

Pada resume pertemuan ke 8 saya tampilkan pertanyaan dari para penanya sekitar ada 10 Pertanyaan

 P.1 Assalamu'alaikum pak Akbar. Nama saya Adi dari tangerang, banten.

Pertanyaan : Apa konten utama ketika kita ingin menulis buku motivasi pak? Bagaimana tips and tricknya. Terima kasih pak

 JAWABAN:

Waalaikum salam. Terima kasih Pak Adi Tangerang. Bagus sekali pertanyaannya. Saya selalu memulai sebuah konsep tulisan dengan 3 hal yang saya sebutkan di atas, yaitu WHY, WHAT, dan HOW. Buku motivasi ini kan sangat luas, kita sempitkan temanya misalnya motivasi belajar. 

Kita mulai dengan WHY?

  1.  Mengapa belajar itu penting.
  2.  Apa akibatnya kalau tidak belajar.
  3. Tujuan dan manfaat belajar.

WHAT

  1.  Belajar itu apa sih?
  2.  Macam-macam teori belajar.
  3.  Dari mana kita belajar.

HOW:

  1.  Bagaimana agar efektif belajar?
  2.  Bagaimana mengelola waktu?
  3.  Bagaimana cara meringkas pelajaran?
  4.  Bagaimana menghilangkan rasa malas?
  5.  Bagaimana tips menghadapi ujian? 

Dengan 3 konsep tadi, kita sudah punya kerangka tulisan. Buatlah kerangka tulisan kalau satu buku sekitar 20-30 judul. Setelah itu dibuat jadwalnya, dan mulailah menulis.

 P 2 Nurhidayati dari Tegal Jawa Tengah 

Pertanyaan : 

1.  Mematuhi Jadwal

Kiat nya apa mas mematuhi jadwal biar bisa sukses sesuai jadwal yang disusun 

2. Mas Akbar sudah banyak pengalaman mengadakan pelatihan yang outputnya peserta membuat            buku.  Bisa sedikit di jelaskan penerbit mana saja yg recomended utk penulis pemula ?

    Apa harus ada orang yg dijadikan referensi dulu..... biar kita dikenal penerbit ?

 JAWABAN 

Terima kasih banyak ibu Nurhidayati dari Tegal Jawa Tengah 

Pertanyaan : 

1.  Mematuhi Jadwal

Kiat nya apa mas mematuhi jadwal biar bisa sukses sesuai jadwal yang disusun 

JAWABAN:

Terkadang sukses itu memang harus dipaksa. Kalau kita tidak pernah memaksa diri kita, rasanya sulit kita akan berhasil. Menulis itu sebenarnya terdiri dari dua sisi; MENTAL dan KETERAMPILAN. Antara MAU dengan MAMPU. Pengalaman saya berinteraksi dengan banyak penulis, masalah MENTAL ini jauh lebih penting. Kalau orang MAU berjuang, akan lebih cepat tulisannya selesai walaupun secara kemampuan biasa-biasa saja. Sebaliknya, kalau sudah tidak mau atau malas-malasan, walaupun sebenarnya kualitas tulisannya baik, akan sulit untuk cepat selesai. 

Kuncinya cuma satu: PAKSA DIRI untuk SUKSES. Agar bisa memaksa diri, selain target di depan, harus ada motivasi besar mengapa buku harus selesai.

Bisa buat angka kredit, bisa buat branding personal, dan sebagainya. Kalau keinginan kuat, maka akan lebih mudah memaksa diri. Dan, buatlah waktu khusus untuk menulis SETIAP HARI. Misalnya pagi, siang, atau malam. Cukup 15-30 menit. SETIAP HARI. Misalnya sebelum subuh, setelah subuh, sore hari sebelum pulang, atau malam hari sebelum tidur. Kalau sudah dijadwalkan menulis setiap hari, maka kita akan otomatis DIPAKSA menulis. InsyaAllah jadwal akan bisa kita penuhi.

Pertanyaan 2; Penerbit Mana?

Banyak penerbit. Di sini ada Pak Agus penerbit Andi. 

Mohon maaf kalau saya dulu buku saya memang ingin diterbitkan Gramedia. Jadi, saya pede aja saya kirimkan ke sana. Saya coba petakan siapa yang mau membaca dan mau membeli buku saya, lalu saya coba ajukan. Alhamdulillah diterima. Kuncinya percaya diri saja. 

Kalau memang hanya untuk kepentingan angka kredit, sekarang ini banyak penerbit yang bisa membantu dengan penerbitan terbatas sesuai kebutuhan (printing on demand), dan mendaftarkan ISBN-nya. Pokoknya, percaya diri saja. 

Saya list di buku saya UKTUB ada sekitar 150an penerbit Anggota IKAPI. Silakan nanti dilihat di buku saya UKTUB.

 Demikian, terima kasih.

 P 3 Pertanyaan ke 3

Assalamualaikum wr. Wb. Saya ahmad Mohon ijin Bertanya bagaimana cara menulis biar kalimt per kalimat biar enak di baca dan nyambung. Serta bagaimana cara mengembangkan sebuah kalimat menjadi paragraf? Terima kasih

Maaf masih newbe banget tentang menulis

 Terima kasih Pak Ahmad yang baik hatinya. 

Sebenarnya tidak ada yang pemula atau newbie banget dalam menulis. Karena Bapak Ibu sudah banyak menulis selama ini. Menulis RPP, menulis laporan, tugas-tugas, skripsi, dan sebagainya. Itu semua bekal yang sangat baik. 

Dulu, mengapa bisa ya, menulis tugas dan skripsi? 

  • Satu, karena dipaksa.
  • Kedua, karena memaksa diri.

Sekarang apakah bisa diterapkan hal yang sama? 

TENTU BISA. 

Bagaimana memulai sebuah kalimat?

Saya sampaikan trik yang sangat sederhana. 

  • Pikirkanlah sebuah kata, apa saja. Misalnya: zaman.
  •  Dari kata tersebut, buatlah sebuah kalimat. Misalnya: Zaman sekarang ini saatnya para guru berubah. 
  •  Jadilah sebuah kalimat. Sekarang pikirkan kata berikutnya, misalnya: Mengapa. 
  • Buatlah menjadi kalimat berikutnya. Contoh: Mengapa harus berubah, karena zaman juga berubah. 
  •  Begitu seterusnya sampai satu paragraf selesai. Satu paragraf selesai, disambung dengan paragraf berikutnya. 


Pada awalnya, memang tidak langsung berjalan cepat. Lama kelamaan, nanti kita akan terbiasa seperti itu. Kualitas menulis kita akan terus bertambah jika kita mendisiplinkan diri untuk menulis. Yang penting itu bukan hanya tahu cara menulis, tetapi praktiknya. 

PRAKTIK. PRAKTIK. PRAKTIK. Itulah kuncinya. Kalimat dan paragraf yang baik dan enak dibaca adalah masalah jam terbang. Jam terbang itu artinya banyak berlatih. 
Mudah-mudahan menjawab Pak Ahmad. 
Terima kasih banyak.

P 4 Pertanyaan ke 4

Assalamu'alaikum Pak Akbar. 

Saya Endartiningtyas Sulistiyo dari Rembang, Jawa Tengah. 

1.Mohon penjelasan lebih lanjut tentang gaya tulisan. Apakah yang Bapak maksudkan dengan " disamakan dari awal hingga akhir. 

2. Saya merasa lebih mudah menulis sebuah novel daripada sebuah buku nonfiksi. Namun, saya sangat ingin dapat menulis buku nonfiksi semudah menulis novel. Mohon tips dari Bapak agar keinginan saya itu dapat terwujud. 

Terima kasih atas penjelasan dari Bapak.

Terima kasih ibu Endartiningtyas yang baik hatinya. 

1. Ini tentang audiens atau pembaca. Kalau pembaca kita remaja, maka gaya penulisan kita dari awal hingga akhir untuk remaja. Kalau pembaca kita orang tua, maka gaya penulisan kita juga untuk orang tua. Tentukan siapa pembaca kita, dan konsisten menulis dengan gaya mereka. 

Karena menulis itu bagi saya seperti sedang "ngobrol" dengan pembaca. Mengobrol-lah sesuai dengan bahasa mereka. 

2. Setiap orang biasanya memiliki kecenderungan tertentu, apakah menulis buku fiksi atau nonfiksi. Menulis itu memang tentang kenyamanan. Kalau terbiasa menulis fiksi, butuh sedikit adaptasi. Bisakah? Pasti bisa. 

Kalau buku nonfiksi lebih mudah untuk dibuatkan kerangkanya. Kerangka bisa dibuat dengan prinsip WHY, WHAT dan HOW seperti di atas saya jelaskan. 

Kalau buku nonfiksi, kita bercerita tentang apa masalahnya, mengapa terjadi, dan bagaimana cara penyelesaiannya. Biasanya bersifat langsung. Kalau buku fiksi kan kita berbicara penyelesaian masalah melalui cerita, kalau nonfiksi kita langsung mengungkapkan pemecahan masalahnya secara langsung. Mohon dicoba dengan membuat kerangka tulisan, setelah itu menulis berdasarkan kerangka tersebut. Terima kasih.…

 P 5 Pertanyaan ke 5

 Saya Yohana dari NTT mohon  izin bertanya.. dalam menulis judul dalam satu buku ada 20- 30 judul apakah judul - judul itu harus saling  berhubungan ?

 Terima kasih ibu Yohana yang baik hatinya. 

Buku itu ada yang memuat satu pemikiran lengkap ada juga yang memuat bunga rampai pemikiran dari berbagai aspek. Kalau memuat satu pemikiran lengkap, judul-judul dalam sebuah buku harus saling berhubungan dan membangun satu pemikiran lengkap. Kalau berbentuk bunga rampai, tulisan bisa tentang apa saja. 

Ada lagi satu buku antologi tulisan bersama. Ini ditulis bersama-sama oleh beberapa orang. Kalau saya lebih sering menulis satu pemikiran lengkap dalam satu buku. Karena itu saya buat dulu outline atau daftar isinya secara lengkap agar saling berhubungan. Baru saya menulis berdasarkan daftar isi yang sudah saya buat. Jadi saya menulis setiap hari bukan tulisan acak, tetapi tulisan yang memang saya sudah buatkan daftar isinya untuk menjadi buku. 

Terima kasih Ibu Yohana.

P 6 Pertanyaan ke 6

 Assalamualaikum, mohon ijin bertanya. Bagaimana menjaga ritme menulis supaya bisa tetap konsisten selesai tepat waktu.  Bila kita juga sedang menulis yang lain secara bersamaan seperti artikel  jurnal, laporan, dst.

Terimakasih

Sri Mulianah Parepare Gelombang 15

 TERIMA KASIH ibu Sri Mulianah yang baik hatinya. 

RITME menulis itu dijaga dengan beberapa hal:

  1.  Target; kapan buku kita selesai.
  2.  Jadwal: berapa lama setiap tulisan akan selesai.
  3.  Jadwal menulis harian. Setiap hari, kapan jadwal menulis kita lakukan. 

Kita punya waktu satu minggu. Kalau kita bisa menyiapkan jadwal 1 jam untuk menulis setiap hari, maka itu sudah waktu yang cukup untuk kita bisa menulis banyak hal. Misalnya, saya beri contoh:

  • Senin: Laporan
  • Selasa: Laporan
  • Rabu: Artikel Lepas
  • Kamis: Artikel Lepas
  • Jum'at: Artikel Buku
  • Sabtu: Artikel Buku

Kalau laporan bisa juga diselesaikan pada saat jam kerja. Maka dalam satu minggu kita punya 3 hari untuk menulis artikel lepas dan 4 hari untuk menulis artikel buku. Ini masalah kemauan. Menulis itu memang butuh perjuangan dan kerja keras. Kalau sudah terbiasa seperti itu, Insya Allah akan jauh lebih mudah kita mengatur waktunya. Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaannya. Terima kasih. 

 P 7  Pertanyaan 7

 Izin bertanya Bu..

  1.  Bagaimana memastikan outline yang kita buat sudah baik
  2.  Bagaimana jika outline yang kita buat seakan meloncat loncat keterkaitan antar tema nya?

Terima kasih

Saya Wiwi Purnawati dari SMKN 1 TONJONG

 JAWABAN

1. Kalau kita ingin mengecek apakah outline yang sudah kita buat itu baik atau belum:

  •  Diskusikan dengan rekan-rekan, berikan mereka gambaran outlinenya, dan minta pendapat mereka. 
  •  Diskusikan dengan calon pembaca kalau kita mau menulis satu buku dengan tema dan kerangka seperti ini apakah mereka mau membaca dan yang lebih penting mau membeli atau tidak. 
  • Coba lihat beberapa buku sejenis. Bagaimana para penulis itu membuat outline. 

2. Kalau meloncat-loncat, ya disuruh diam anaknya. Hehehe..

Itulah pentingnya outline. Kita punya gambaran besar buku kita akan menjadi apa. Kita tahu outline kita meloncat-loncat karena sudah kita buat terlebih dahulu. 

Ada draft awal outline. Setelah itu kita lihat lagi apakah sudah kita rasa baik atau belum.Lalu kita diskusikan dengan beberapa teman kita, kalau menulis seperti ini bagaimana. Apa yang perlu ditambahkan. Jadi ada cek dan ricek dari kita sendiri, dan akan baik sekali kalau ada juga hasil review dan tambahan dari rekan-rekan. Demikian, terima kasih ibu Wiwi. Semoga outlinenya tidak meloncat-loncat lagi setelah ini 

P 8 Pertanyaan ke 8

 Nama : Indrakeren Asal : Ciledug, Tangerang

Pertanyaan :

Assalamulalaikum Mas Akbar Seru sekali materi malam ini, 

  1.  Apa yang Memotivasi Mas Akbah hingga bisa terus produktif menulis ?
  2.  Apa hambatan yang Mas Akbar alami dalam menulis ?
  3.  Bagaimana (solusi) Mas Akbar untuk memecahkan hambatan tersebut?

 Terima kasih Pak Indrakeren yang memang keren. 

1. Motivasi saya? Saya ingin minimal seperti HAMKA; bisa menulis 100 buku dalam hidup saya. Masih panjang perjuangan saya, baru 13 buku yang saya tulis. Kalau saya tahu masih panjang perjuangan saya, maka saya tidak punya waktu untuk bermalas-malasan. 

2. Hambatan terbesar seorang penulis itu bukan dari orang lain, melainkan dari diri sendiri. Melawan rasa malas, melawan rasa "tidak pede", melawan kekhawatiran, melawan "menunda menulis". 

Yang menyebabkan buku kita tidak selesai biasanya bukan karena orang lain, tetapi karena diri sendiri. Seandainya saja kita mau berjuang lebih keras, sebenarnya buku kita sebenarnya sudah terbit, terbit jauh lebih banyak dibandingkan sekarang. 

3. Solusinya? Lihatlah anak-anak. Buku saya itu menghidupi kuliah mereka, menafkahi mereka sehari-hari. Senang sekali kalau saya mendapatkan email atau WA dari pembaca; "Terima kasih mas Akbar, habis membaca buku mas Akbar, saya langsung tergerak untuk berubah", "Seakan-akan saya tertampar karena selama ini terlalu banyak mengeluhkan diri sendiri", "Saya tergerak untuk langsung membuat outline dan memaksa diri untuk menulis buku setelah membaca UKTUB karya mas Akbar".

Apa lagi di dunia ini yang lebih menyenangkan dibandingkan memberi manfaat buat orang banyak? Salah satu hal yang paling membahagiakan kita sebagai penulis adalah saat pembaca merasakan manfaat dari buku yang kita tuliskan. Jadi, terus menulis agar kita lebih banyak bermanfaat. 

Demikian, mudah-mudahan menjawab.

P 9 Pertanyaan ke 9

 Saya nurhabubah dari Riau mohon  izin bertanya. Bagaimana membuat judul yang menarik. Makasih

Terima kasih Ibu Nurhabubah Kalau saya membuat judul:

  1.  Kalimatnya pendek, jangan terlalu panjang.
  2.  Cari kata yang paling menunjukkan emosi dengan pembaca. 
  3.  Semakin provokatif, semakin baik karena membuat pembaca penasaran dan ingin membaca tulisan kita. 

Misalnya, kita mau membuat judul tentang malas.

Judul 1: Agar Kita Tidak Malas

Saya lebih suka: 

"Malasmu Menghancurkanmu", Demikian, terima kasih.

P 10 Pertanyaan ke 10

 Assalamu'alaikum... Saya Lilis dari Majalengka mohon ijin bertanya. Mohon pencerahan bgmn membuat buku dari kumpulan resume dengan tema materi berbeda-beda. Terima kasih

 JAWABAN

Terima kasih ibu Lilis dari Majalengka. 

Buku apapun yang kita tulis, hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat kerangka tulisan atau outline. Misalnya, kalau resumenya tentang menulis, maka kita buat kerangka bukunya. 

TIPS & TRIK MENULIS dari Para Penulis Hebat

1. Bagaimana Mencari Ide

2. 

Nah, setelah itu kita tuliskan. Nanti tulisannya jangan hanya asal resume saja, atau memindahkan materi yang sudah diberikan ke buku. Mesti ada penambahan dari pemikiran kita, sehingga menjadi satu tulisan yang lengkap. 

Misalnya:

Materi malam ini: Langkah-Langkah Menulis Buku. 

Saya punya beberapa langkah. Nah, setiap langkah itu diberikan penjelasan lebih detail, kalau perlu dituliskan contoh-contohnya sehingga bisa lebih …

Itulah  sepuluh penanya dalam mengikuti kuliah online yang sengaja saya hadirkan di resume pertemuan ke 8 ini, karena pertanyaan yang ditanyakan sangat bagus - bagus sekali dan jawabannyapun relevan.

Pesan yang disampaikan narasumber Bapak Akbar Zaenudin

"Dimulai dari malam ini. Niatkan dan bangun komitmen bahwa kita akan memulai menulis. Agar diri kita lebih bermanfaat bagi diri kita, keluarga, anak didik, dan masyarakat secara luas. Tantangan terbesar itu dari diri kita sendiri. Semakin kita bisa mengalahkan diri kita, semakin cepat kita bisa menulis. Hilangkan semua kekhawatiran karena biasanya ada dalam pikiran. Kalau kita sudah melangkah, semua ketakutan dan kekhawatiran itu akan hilang. Semuanya sekarang kembali kepada diri kita. Apakah kita ingin membuat perubahan dalam hidup kita atau kita membiarkan waktu terus berjalan dan mengalahkan kita. Saatnya kita tidak hanya membaca kesuksesan orang lain, saatnya menuliskan sejarah kesuksesan kita sendiri."

Demikianlah resume yang saya tulis,  mungkin jauh dari sempurna. Dan banyak sekali ilmu yang didapat pada pertemuan ke 8 ini. Semoga bermanfaat.





11 komentar:

  1. Perdana nih saya di kolom komentar Ibu Imas

    Resumenya lengkap, sampai ada pertanyaan saya juga , hehheehe

    Tetap semangat Ibu Imas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sayang kalau gak dimasukin ke resume itu pertanyaan, bagus bagus

      Hapus
  2. siip bu inas detail resumenya, lanjut bu imas

    BalasHapus
  3. Terima kasih pak atas waktu nya sudah berkunjung

    BalasHapus
  4. Lanjut Bu, sudah sangaaat bagus....I like..

    BalasHapus
  5. Lanjut Bu
    Resumenya keren
    Salam literasi

    BalasHapus
  6. Mantap dan lengkap Bu Imas resumenya...👍👍

    BalasHapus

Aku tidak tahu

Aku tidak tahu Apakah aku anak solehah Aku tidak tahu  Apakah aku murid yang baik Aku tidak tahu Apakah aku saudara yang baik Aku tidak tahu...