Kamis, 31 Desember 2020

Tafakur Tahun Baru

Oleh: Imas Masruroh

Tahun bak mata berkedip 
Tanpa ada pelumas bisa berganti
Hari hari aku jalani
Di atas bumi juga di bawah langit
Yang setia menemani hari

Hidup di dunia mengembara
Usiapun takkan lama
Saban hari saban malam
Tak terlewat dari contrengan

Tak begitu saja melepas tangan
Dari Akil balig sampai berpisah badan
Yang mesti dipertanggungjawabkan
Dari panggung kehidupan

Di tahun baru ini
Kuangkat kedua tangan
Kubertemukan bibir atas bawah
Semoga segala hal dalam ridho Nya selalu
Selamat tahun baru selamat pula tahun lalu

Lebak,1 Januari 2021




Senin, 28 Desember 2020

Mencari angin

Gelisah dirasa dimalam
Embuh cepat datang pagi
Atas ijinnya
Pagi buta pun tiba

Bergegas keluarga kecilku
Tuk segera angkat kaki
Sesaat kutinggalkan rumahku
Menitipkan pada setangga

Roda empatpun berjalan
Menyelusuri aspal hitam
Kupasang lagu merdu
Menemani perjalananku

Berlabuh di sebuah villa
Villa yang terasa mencekam
Seakan banyak bergentayangan
Berlalu lalang melayang

Berbunga - bunga riang gembira
Melepas pandangan menata alam semesta
Kiranya tersa di surga
Walau dibenak belaka

Lebak, 27 Desember 2020







Minggu, 27 Desember 2020

Gila

Oleh: Imas Masruroh

Gila
Polarisasi gila
Oleh jiwa yang gila
Wujudlah aplikasi musim gila.

Gila 
Otak gila
Bicara jadi gila
Tingkah laku juga gila.

Gila
Jadi senjata
Mereka yang gila-gila
Agar semua jadi gila.

Gila
Sudah gila
Yang gila berlaga
Di medan laga mereka berlaga.

Awas
Jangan lengah
Hati-hati dengan gila
Gila merusak segala kehidupan.




Sabtu, 26 Desember 2020

Bercermin

 Oleh: Imas Masruroh

Waktu terus berjalan di relnya
Sejak  matahari bangun sampai tidur kembali
Hingga tak bisa dipungkiri
Dari tahun ke tahun terasa baru kemarin

Sebentar  hitungan detik jam hari 
Tahun akan berganti
Tak sedikit yang diperbuat sia-sia
Bagaikan tugu dipertigaan

Kepanasan kehujanan diam saja
Diberi warna beragam diam saja
Ditorehkan tulisan diam saja
Bisu seribu bahasa

Semoga dipergantian tahun ini
Kita bisa membuka lembaran baru
 Diisi dengan kealiman
Hingga terwujud satu judul buku keimanan

Lebak, 31 Desember 2020


Kamis, 24 Desember 2020

Aduh

 Oleh: Imas Masruroh

Nafas mengiringi jasad
Detak jantung berirama
Menikmati kehidupan 
Di alam semesta

Sadar, atau tak sadar
Kala insan terjerat kesulitan
Aduh aku sulit
Aduh aku terjepit

Aduh, aduh, aduh....
Itu kata yang keluar
Dari bibir khalayak banyak
Yang melekat dalam jiwa

Tahukah apa itu aduh
Aduh,  kata yang tak cakap
Untuk kita ucapkan
Itu pertanda hanya cinta diri sendiri

Semestinya kita cinta
Pada yang menciptakan diri kita
Kala silang selimpat menimpa
Katakanlah subhanallah

Berdusta

           Berdusta
Oleh: Imas Masruroh

Lidah tak bertulang bicara

Dengan mudah berkata

Tanpa ragu

Berbahasa.


Merah

Bukan merah

Hijau bukan hijau

Mulut berkata dengan ringan.


Kata

Disusun terangkai

Dengan pola terencana

Agar terdengar indah di telinga.


Tapi jangan harap lancar

Suatu hari tiba

Akan terhendus

Pula.


Lebak, 24 Desember 2020

Selasa, 22 Desember 2020

Harapan

 Oleh: Imas Masruroh

Asa
Menggebu jiwa
Menyala bagaikan api
Pancarkan sinar tuk kegelapan.

Gelap
Kini dirasa
Kian hari menjelma
Semakin Memamerkan angkara murka.

Melihat
Mendengar merasakan
Murkanya penguasa kedholiman
Ditiap lini terhampar kepedihan.

Asa
Semakin kuat
Mengikat tali nurani
Seraya berkata dalam hati.

Tuhan
Ya Allah
Engkau tidak tidur
Balikanlah sanubari sang durjana.

Agar
Kesenjangan tiada
Kesamaan kita rasa
Aman damai sejahtera punya.

Lebak,16 Desember 2020










Berdusta

 Oleh: Imas Masruroh

Mata hidung mulut pipi
letaknya depan kepala
Semua orang 
Tahu.

Lidah tak memiliki tulang
Bertugas untuk bicara
Semua orang
Tahu.

Tapi kala sanubari sombong
Tidak terlihat mata
Depan kepala
Berada.

Yang ada hanya kepekatan
Yang tak nampak
Dilihat jelas
Nyata.

Lidah tak bertulang bicara
Dengan seenak kata
Durjana wicara
Berpola.

Lebak, 16 Desember 2020




Cincin Hidung Kerbau

 Oleh: Imas Masruroh

Pengembala
Memasang cincin
Dilubang hidung kerbau
Berdalih tidak lari ke mana-mana.

Pengembala 
Mengarit rumput
Untuk memberi makan
Sebagai pakan makanan kerbau.

Pengembala
Membuat kandang
Untuk istirahat kerbau
Agar tertidur dengan pulas.

Pengembala
Besok hari
Butuh tenaga kerbau
Untuk keperluan bajak sawah.

Kerbau
Nurut melakukan
Menggarap sawah petani
Karena hidung sudah bercincin.

Apapun
Yang diperintahkan
Kerbau pasti kerjakan
Walau hasilnya tidak menikmati.

Lebak, 23 Desember 2020





Selasa, 15 Desember 2020

Kucing

 Oleh: Imas Masruroh

Berkeliaran kucing  depan rumah
Mengeong-ngeong bersuara keras
Berebut ikan
Terlempar.

Kekuatan
Kucing terapkan 
Tuk lawan kawan 
Siapa kuat siapa dapat.

Tak peduli yang terjadi
Terpenting aku hepi
Terbebas lapar
Perut.

Perut
Kini kenyang
Sebentar buang kotoran
Kotoran aku timbun sembunyikan.

Lalu aku cium tanahnya
Tuk periksa aroma
Bau atau tidak
Kotoran.

Rapih
Sudah timbunan
Kotoran ku sembunyikan
Kini saatnya aku tinggalkan.

Kekuatan jadi andalan kekuasaan
Tak ada lagi
Kucing lemah
Menghampiri.









Tidur

Oleh:Imas Masruroh

Dikeheningan malam yang gelap
Dimana bulu mata
Sudah menganyam
Menyatu.

Bibir
Atas bawah
Bertemu mengucap doa
Mohon ridho Allah taala.

Tidak butuh waktu lama
Bunga tidur menghiasi
Mengisi menemani
Insan.













Senin, 14 Desember 2020

Tiang Masjid

Sedap sekejap dirasa
Tak terasa di alam semesta
Waktu tak terasa lama
Itulah yang dirasa kita bersama

Petunjuk yang telah diberikan
Perintah yang telah ditetapkan
Larangan yang telah ditentukan
Kini telah di abaikan

Di akhir zaman kita berada
Manakala fitnah merajalela
Perang mulut pun berbusa
Hingga nyawapun tak berharga

Dikala titik masa zaman tiba
Tabiat hewan insan punya
Terbitlah fajar di ufuk barat
Barulah jiwa tersa berat

Tak sedikit insan menyadari
Apa yang telah terjadi
Tiang Masjid mereka cari
Namun itu tak berarti



Selasa, 08 Desember 2020

Ibunda

Ibunda
Engkau  bak dunia
Yang dianugerahi alam, pria tak punya
Alam rahim diberi nama
Dari sinilah insan - insan tercipta

Sembilan bulan di alam pertama
Insan berada dalam kandungan ibunda
Yang tak pernah merasa kecewa
Malah engkau jaga dengan sempurna

Ibunda
Kini usiamu tak lagi muda
Kulit mu tak lagi kencang
Wajah mu juga berganti rupa
Tapi engkau tetap semangat jua 
Dalam merawat anak anak tercinta

Namun tak bisa banyak ku lakukan
Pada ibunda tercinta
Yang telah membesarkan ku
Dari sejak 1hari dalam kandungan
Hingga jasad menyamainya

Ibunda
Pengorbanan mu  yang  di berikan
Takkan terbayarkan walau dengan intan permata
Hanya ada satu kata di dalam jiwa
Kata terima kasih ku ucapkan

Ibunda
Sorga ada di bawah telapak kaki mu
Tuk itu maafkanlah anakmu
Yang telah merepotkan mu
Selama dalam menumbuhkan ku
Mendidikku, mengajariku hingga jadi insan bermutu

Aku tidak tahu

Aku tidak tahu Apakah aku anak solehah Aku tidak tahu  Apakah aku murid yang baik Aku tidak tahu Apakah aku saudara yang baik Aku tidak tahu...