Sabtu, 31 Oktober 2020

Tahun Corona

 Karya : Imas Masruroh

Kala Corona datang dinegara cina

Kota Wuhan namanya

Tergeletak ribuan jiwa

Sontak dunia tergagap gagap

Tak ketinggalan pula Indonesia menganggap


Corona oh Corona

Siapa gerangan?

Apa tujuan gerangan turun ke bumi?

Hingga kehidupan seakan mati


Aku makhluk bumi yang tak mengerti

Yang tak berarti apa-apa lagi


Di era Corona ini

Belajar tak lagi di dampingi

Dan ditahun ajaran 2019/2020 siswa siswi

Menggenggam ijazah gratis dimiliki

Tanpa harus menguras energi untuk berfikir

Agar lolos ujian akhir

Tak hanya itu

Tempat ibadah pun ditutup dan dibatasi

 Di era Corona ini pula

Semua sektor tak berjalan semulus lagi

Bahkan yang lebih dahsyat lagi

Siswa siswi bunuh diri

Tak tahan dengan belajar mandiri

Sesungguhnya seberapa ganaskah dikau

Hingga semua elemen jadi kacau


Kami harap segeralah pergi dari bumi pertiwi

Kembalilah ke tempat dimana kau berdiri

Ditempat yang mesti kau diami



Terbangun dari mimpi

 Karya: Imas Masruroh

Ditengah malam yang sunyi

Kuterbangun dari mimpi

Kudengar jangkrik menyanyi

Krik krik krik krik


Kulangkahkan kaki setitik demi setitik

Menuju jalan dimana kamar mandi

Kuambil air sedikit demi sedikit

kubasuh sebagian tubuh dengan rasa menggigit


Lalu kuhamparkan sajadah

Tuk bermuajahah

Kusampaikan keluh kesah

Dengan wajah yang menengadah

Yang penuh dengan sampah sampah


Hamba adalah bukan milik hamba

Hamba adalah hanya titipan

Yang hanya bisa mengabaikan

Apa yang telah Engkau perintahkan

Tuk itu, dikeheningan malam yang mencekam

Dimana para insan tidur terlelap

Dengan mimpi mimpinya yang menyelinap

Kupasrahkan segalanya dengan menghadap

Kepada yang Maha Berkehendak


Ya Allah ya Tuhanku

Apa yang telah berlalu

Yang tak sejalan dengan relmu

Ampunilah dosa dosaku

Jumat, 30 Oktober 2020

Air

 Karya: Imas Masruroh

Air 

Kau adalah kehidupan kami

Kau adalah diciptakan untuk kami

Untuk seantero makhluk bumi


Tanpamu air

Apa jadinya jagat raya ini

Mungkin tak ada kehidupan 

Mungkin pula bumi ini juga tak ada

Wallahu alam


Tapi tak sedikit diantara kami

Yang selalu tak berpikir

Bahwa kau adalah yang menghidupi


Jagalah air 

Lindungilah air 

Tempatkanlah air

Jangan sampai tercemari


Berkatnya seisi makhluk bumi

Dapat menikmati

Sebelum ajal menanti


Garam

 Karya: Imas Masruroh


Garam

Wujudmu memang nyata

Bisa dipandang mata

Bisa pula diraba


Rasamu merata

Di seluruh alam semesta

Hingga manusia di seluruh hamparan bumi

Dengan kealpaanmu, maka tak bernyali

Benar benar kau sangat berarti

Tak ada setiap insan yang tak peduli

Melepas Sang Buah Hati

 Karya: Imas Masruroh

Kini usiamu tak lagi bayi

Yang tetkala makan selalu disuapi

Tak hanya itu, 

minum susupun kau selalu tak sendiri

Ingin selalu ditemani

Bahkan pakai baju pun tak berani

Mengambil sendiri


Sekarang saatnya tuk pergi dari rumah

Sedih memang sedih

Tapi sedih yang tak seharusnya sedih

Kuantarkan anakku sayang

Ketempat yang ananda tak senang

Maaf kan ibumu tersayang

Karena ibu sangat sayang


Tak bisa banyak yang ibu lakukan

Untuk jiwamu seorang

Hanya itu yang bisa ibu persembahkan

Agar ananda jadi orang

Nanti di tempat yang tak kau senangi inilah

Akan tahu segala apa yang harus diketahui

Jagalah dirimu

Hormatilah ayah ibumu

Taatlah pada gurumu

Sayangilah teman temanmu


Ibu hanya bisa berdoa

Kepada Sang Maha Pencipta

Agar selalu berada dalam ridho Nya




Kamis, 29 Oktober 2020

Istirahat

 Karya: Imas Masruroh

 Sekian banyak aktivitas disiang hari

Yang mesti diurusi

Dengan tak terhitung banyaknya durasi

Hingga badan hampir tersakiti


Sampailah waktu malam hari

Malam yang tak ada matahari

Tak lagi bumi tersinari

Yang ada hanya sinar imitasi

Tapi patut disyukuri


Di waktu inilah badan mesti dikasihi

Jangan  kau kuras lagi

Bersantailah bersama keluarga

Hilangkan rasa penat di dada


Tidurlah dengan nyenyak

Jangan lupa baca doa

Sebut asma Allah

Ucapkan salawat pada nabiyullah

Insyaallah tidurmu dalam ridho Allah

Angin Barat

Karya: Imas Masruroh


Angin barat

Angin barat kian menerpa

Merasuk menusuk jiwa

Hingga raga tak berdaya

Melihat semua yang ada


 Takbir

Allahu Akbar

Allahu Akbar

Allahu Akbar


Kini sudah terasa

Kian lama

Kian tak terduga

Hingga jiwa jiwa teraniaya


Bersabarlah

Serahkanlah

Pada Sang Maha dari segala Maha

Rindu

 Karya: Imas Masruroh

Rindu 

Aku rindu

Sudah lama kita tak bertemu

Aku ingin seperti dulu

Yang selalu membahu


Dunia maya tak membantu

Rasa rindu di dadaku


Kini raga ragamu

Tak terlihat lagi dari mataku

Tak terdengar lagi ucapan salam darimu

Tetkala kita bertemu


Ya Allah

Ya Tuhanku

Pertemukanlah kembali diriku

Pada jiwa jiwa kesayanganku


Ya Allah

Ya Tuhanku

Engkau adalah Maha Ilmu

Hingga apa yang kami perbuat Engkau tahu


Awal PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh)

 

Karya: Imas Masruroh

Saat covid melanda ke Indonesia

Di bulan Maret bulan ketiga

Tepat tahun dua ribu dua puluh 

Pendidikan jadi lumpuh


Mengapa

Karena diawal covid 19 tiba

Pembelajaran tak lagi tatap muka

Kebingungan tampak dimuka

Jalan apa yang mesti diterpa

Agar anak didik tetap menimba


Diambilah belajar dari rumah

Tak lagi datang ke sekolah


Sehari

Seminggu

Sebulan

Mungkin tak terasa jenuh dan lelah

Tapi lama lama tak dapat dielak

Belajar jadi bosan

Walau teknologi dirasa

Tetap tak tergantikan


Tak jarang dari mereka

Keluh kesah dilontarkan

Tapi apalah daya

Hanya kepada Nyalah kita berdoa

Agar covid 19 cepat tiada

Rabu, 28 Oktober 2020

Cahaya ilmu

Karya: Imas Masruroh


Sungguh mulia kau diciptakan

Oleh Sang Maha Pencipta

Kau terangi setiap insan

Hingga jadi beriman


Kemanapun

Dimanapun 

Dalam situasi apapun

Jika kau singgah

Tak ada yang susah


Tapi jangan salah

Jika terhalang dengan hijab

Maka bahayalah yang melanda

Rumput dan Pohon


 Karya: Imas Masruroh


Pohon besar 

Sungguh kokoh ragamu

Seakan tak ada rapuh

Walau badai menerjang


Tapi kala badai datang

Ragamu yang pagan

Tak mampu bertahan

Dahanmu terpatahkan

Pohonmu juga tumbang


Rumput

waktu tiba tuk diarit

Kau tak lari terbirit-birit

Walau rasa ingin menjerit

Tapi tak terlirik


Rumput

Kala badai menerjang

Kau hanya bergoyang

Ragamu tak melayang

Pohonmu juga tak tumbang


Guru kelas bawah

guru kelas bawah

Karya : Imas Masruroh


Huruf demi huruf

Kusampaikan satu persatu

Kuajarkan dari waktu ke waktu

Itulah pekerjaan ku


Tahukah kamu

Betapa khawatirnya diriku

Jika siswa siswi ku seperti batu

Kukeluarkan tenaga ku

Kupecahkan satu persatu


Tak ada rasa lelah dalam dadaku

Tuk salurkan apa yang kutahu

Walau sehuruf


Sedih rasanya jika anak tak bisa baca

Tuk itu kuikhlaskan apa yang ku berikan

Tuk siswa siswi ku

Agar kelak bersinar bagaikan matahari

Yang menerangi alam bumi

Menerangi  pula  dihari nanti

Sebutir Pasir

 

Karya: Imas Masruroh

Pagi mentari bersinar

Sinar yang terpancar

Terasa hangat dibadan

Menerangi pula seluruh alam


Terlihat sebutir pasir

Yang tak pernah tersisir

Juga tak terpikir

Betapa indah jika diukir


Kau tak hiraukan 

Kau injak injak

Padahal dialah yang bikin bangunan

Jadi berdiri tegak

Tapi kau tak anggap

Pada sebutir pasir

Yang membuat dirimu

Jadi mahir

Selasa, 27 Oktober 2020

Hari sumpah pemuda

 Hari Sumpah Pemuda

Karya : Imas Masruroh


Wahai pemuda pemudi Indonesiaku

Semangatlah dalam hidupmu

Tuntutlah ilmu

Kenali dirimu


Wahai pemuda pemudi Indonesiaku

Jagalah negeri tercinta

Jadilah benteng terdepan tuk Indonesia

Bak pemuda pemudi tahun 1928


Wahai pemuda pemudi Indonesiaku

Kukagum dengan jiwamu

Kau abaikan tauran

Kau abaikan narkotika


Wahai pemuda pemudi Indonesiaku

Hebat sekali ragamu

Tak terjerat semua itu

Itulah pemuda pemudi tangguh


Wahai pemuda pemudi Indonesiaku

Tibalah hari sumpah pemuda

kau peringatinya

Tuk hargai perjuangannya


Wahai pemuda pemudi Indonesiaku

Kau pertahankan tanah air Indonesia

Kau tetap berbangsa yang satu bangsa Indonesia

Kau tetap berbahasa yang satu bahasa Indonesia


Hidup pemuda pemudi Indonesia

Kau penerus negeri ini

Kau penerus bangsa ini 

Selamat hari sumpah pemuda

Unjuk Gigi Ala Fase Padi

Unjuk Gigi Bagai Fase Padi

Karya : Imas Masruroh

Saat padi akan berisi

Terlihat tegak ke atas

Saat padi berisi

Terlihat merunduk ke bawah


Saat insan baru berilmu

Terlihat akulah paling tahu

Saat insan penuh ilmu 

Terlihat jiwa tawadhu


Ya inilah kehidupan

Hidup serangkaian dari masalah

Hadapi hidup penuh warna

Warna penuh arti

Burung Merak

 

Burung Merak

Karya: Imas Masruroh

Aku bangga dengan diriku
Gemarku di tepi jalan selalu
Kuperlihatkan bulu-bulu indahku
Pada tiap mahkluk 

Rasaku semua milikku
Yang lain tak memiliki
Tapi ternyata itu tak berarti
Dikala kucabut bulu buluku

Dari tiap buluku kucabut
Terlihat satu persatu
Tak ada lagi keindahan
Dalam diriku

Sungguh bulu ini bukan milikku
Ada pemilik yang hakiki
Merugilah aku
Jika buluku kubiarkan dalam tubuhku

Ikut sayembara video pembelajaran

 



Selamat hari guru nasional

Dalam rangka menyambut hari guru nasional tahun 2020, Direktorat GTK Dikdas akan menyelenggarakan sayembara video pendek pembelajaran dengan durasi 3 menit adapun aturan mainnya ada dipanduan link berikut ini https://drive.google.com/file/d/1wkD2XUQ9TV9T_AeqUOuu4ZRw2EqObwyQ/view

Saya sebagai guru yang mengajar di SD negeri 1 Binong mencoba memberanikan diri untuk berpartisipasi mengirimkan Video Pembelajaran, walaupun video yang saya buat mungkin jauh dari sempurna. Akan tetapi saya merasa senang, karena sebetulnya saya baru mengenal yang namanya video pembelajaran. Dari mana saya tahu tentang video pembelajaran itu? Ya tentunya ikut pelatihan. Pelatihan yang saya ikuti yaitu bersama pak Wijaya atau yang dikenal dengan kang jaro. 

Memang guru di era sekarang akan teknologi sepertinya wajib bisa, karena jika tidak mengerti maka akan ketinggalan. Untuk itu kita sebagai guru harus siap menerima perubahan, agar pembelajaran tetap berlangsung.

Memang untuk sementara ini di era covid 19 dalam hal Pembelajaran terasa tidak nyaman. Mengapa karena belum terbiasa dengan pembelajaran di dunia maya, yang sebelumnya pembelajaran konvensional.

Oleh karena itu saya yang gaptek ini , berusaha untuk mencari tahu tentang penggunaan teknologi saat ini , walaupun susah untuk dipelajari. Mau tidak mau harus mau, suka tidak suka harus suka. Pelan-pelan insyaallah akan berjalan dan akan menjadi lancar.

Lomba video pembelajaran

Oleh: Imas Masruroh

Warna Pelangi

pada saat mengantar berobat ma ke dokter gigi dibarengi dengan gerimis, mataku melihat pelangi. Di dalam hatiku kuucapkan sungguh indah warna yang kau pancarkan, namun kau tetap cuek cuek saja. Tidak peduli orang memujimu, tidak peduli orang memandangmu dan tidak peduli dengan yang lainnya. Akan tetapi jika  saatnya muncul kembali di muka bumi ini kau tetap memperlihatkan warna warni yang kau miliki.


Pelangi yang muncul pada saat menjelang magrib yang mengeluarkan warna yang indah dipandang oleh mata sungguh menakjubkan. Kapanpun dimanapun jika pelangi muncul pastinya memperlihatkan warna cantiknya memukau mata. Subhanallah 

Pelangi

Karya: Imas Masruroh

Pelangi 

Sungguh indah warnamu

Dari banyak warna yang kau perlihatkan

Mata jadi jelalatan

Tapi kau tetap terdiam

Terdiam ditempat kau berada

Ingin rasanya seperti pelangi

Memiliki banyak warna

Untuk indah dipandang mata

Namun tak membosankan

Tidak pula terlena dalam pujian


    


Aku tidak tahu

Aku tidak tahu Apakah aku anak solehah Aku tidak tahu  Apakah aku murid yang baik Aku tidak tahu Apakah aku saudara yang baik Aku tidak tahu...